Berita
Pentingnya Tummy Time pada Bayi

Latar Belakang
Perkembangan motorik pada periode neonatus dan bayi merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak yang secara rutin menjadi perhatian dokter anak. Salah satu intervensi sederhana namun berdampak besar yang semakin mendapat perhatian dalam literatur pediatri adalah tummy time, yakni praktik menempatkan bayi dalam posisi tengkurap saat terjaga dan dalam pengawasan penuh orang dewasa. (1) Meskipun terkesan sederhana, praktik ini memiliki landasan bukti ilmiah yang kuat dan telah mendapat dukungan dari berbagai otoritas kesehatan global untuk mendukung perkembangan motorik anak yang optimal.
Definisi dan Pelaksanaan
Tummy time didefinisikan sebagai periode waktu ketika bayi ditempatkan dalam posisi tengkurap (prone) saat dalam kondisi terjaga dan berada di bawah pengawasan langsung orang dewasa. Praktik ini tidak boleh dilakukan pada bayi yang sedang atau akan tertidur, karena posisi tidur bayi yang aman dan direkomendasikan tetaplah posisi terlentang (supine). Pelaksanaan tummy time dapat dimulai sejak hari-hari pertama kehidupan, termasuk dalam bentuk posisi bayi yang ditengkurapkan di dada orang tua, dipeluk dalam posisi prone, atau ditempatkan di atas alas yang keras dan rata. (2)
Durasi dan frekuensi tummy time dianjurkan untuk ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan usia dan toleransi bayi. Pada awal kehidupan, sesi singkat berdurasi satu hingga dua menit dengan frekuensi beberapa kali sehari sudah cukup, kemudian ditingkatkan secara progresif hingga mencapai 10 hingga 15 menit per sesi, minimal tiga kali sehari, pada usia sekitar empat bulan. (2)
Manfaat yang Telah Dibuktikan secara Ilmiah
Sebuah tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics pada tahun 2020 oleh Hewitt et al. mengkaji bukti-bukti ilmiah mengenai asosiasi antara tummy time dan berbagai luaran kesehatan bayi. Tinjauan ini melibatkan penelitian-penelitian observasional dan eksperimental pada populasi bayi sehat berusia 0 hingga 12 bulan. Hasilnya menunjukkan bahwa tummy time secara konsisten dikaitkan dengan perbaikan perkembangan motorik serta penurunan risiko terbentuknya deformitas kranial, khususnya plagiocephaly dan brachycephaly. (1)
Dari aspek neuromuskular, posisi prone pada bayi terjaga merupakan stimulus fisiologis yang mendorong aktivasi otot-otot leher, bahu, punggung, dan inti tubuh. (2) Penguatan otot-otot tersebut sangat krusial untuk akuisisi tonggak perkembangan motorik kasar, termasuk kontrol kepala, kemampuan berguling, duduk, dan merangkak. Bukti elektromiosigrafis menunjukkan bahwa aktivasi otot postural paling optimal terjadi dalam posisi tengkurap dibandingkan posisi lain, termasuk posisi yang biasa dijumpai dalam alat penopang seperti car seat atau bouncer. (2)
Selain manfaat motorik, terdapat pula bukti yang mengindikasikan bahwa tummy time berkontribusi terhadap pembentukan kepala yang simetris dengan mencegah tekanan statis yang berkepanjangan pada satu sisi oksiput. (2) Bayi yang secara konsisten tidur dalam posisi terlentang dan tidak mendapatkan tummy time yang adekuat berisiko lebih tinggi mengalami positional plagiocephaly, yaitu suatu kondisi asimetri kranial yang dapat membutuhkan intervensi ortotik maupun fisioterapi. (1, 2)
Rekomendasi WHO dan AAP
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam panduannya tahun 2019 mengenai aktivitas fisik, perilaku sedentari, dan tidur pada anak di bawah usia lima tahun, secara eksplisit merekomendasikan agar bayi yang belum dapat bergerak mandiri menjalani tummy time setidaknya selama 30 menit yang terakumulasi sepanjang hari. Panduan WHO ini menekankan pentingnya mengurangi waktu yang dihabiskan dalam kondisi terkekang, seperti dalam kereta dorong, kursi bayi, atau alat penggendong yang tidak aktif, dan menggantinya dengan aktivitas fisik yang bermakna, termasuk tummy time yang terfasilitasi. (3)
Senada dengan rekomendasi global tersebut, AAP menganjurkan agar seluruh bayi, terhitung sejak lahir, menjalani tummy time secara teratur dalam kondisi terjaga dan dalam pengawasan orang dewasa setiap harinya. (1,5) Target durasi yang dianjurkan AAP adalah setidaknya 15 hingga 30 menit per hari, yang dapat dicapai secara bertahap. (6) Rekomendasi ini dilatarbelakangi oleh temuan bahwa bayi yang memulai tummy time sejak dini cenderung lebih toleran terhadap posisi ini dan mampu melakukannya dalam durasi lebih lama seiring bertambahnya usia. (2)
Kesimpulan
Tummy time merupakan praktik berbasis bukti yang telah direkomendasikan oleh WHO maupun AAP sebagai bagian integral dari tata laksana tumbuh kembang bayi yang optimal. Manfaatnya yang telah terbukti secara ilmiah meliputi peningkatan perkembangan motorik, penguatan muskulatur aksial, serta pencegahan deformitas kranial posisional. Dokter anak memiliki peran sentral dalam mengedukasi keluarga mengenai teknik pelaksanaan, durasi, dan frekuensi tummy time yang tepat, sekaligus mengintegrasikan pemantauan praktik ini ke dalam setiap kunjungan bayi sehat. Dengan demikian, optimalisasi tummy time dapat dijadikan sebagai salah satu strategi preventif yang efektif dan berbiaya rendah dalam mendukung perkembangan bayi secara menyeluruh.
Daftar Pustaka
1. Hewitt L, Kerr E, Stanley RM, Okely AD. Tummy Time and Infant Health Outcomes: A Systematic Review. Pediatrics. 2020;145(6):e20192168. https://doi.org/10.1542/peds.2019-2168
2. The Royal Children's Hospital Melbourne. Kids Health Info: Tummy time for your baby [Internet]. Melbourne: RCH; [cited 2026 Jun 17]. Available from: https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Tummy_time_for_your_baby/
3. World Health Organization. To grow up healthy, children need to sit less and play more [Internet]. Geneva: WHO; 2019 Apr 24 [cited 2026 Jun 17]. Available from: https://www.who.int/news/item/24-04-2019-to-grow-up-healthy-children-need-to-sit-less-and-play-more

