Berita
Penelitian Ini Menunjukkan Bahwa Program Vaksin Telah Mencegah 154 Juta Kematian Sejak 1974!

Latar Belakang
Cakupan imunisasi yang menurun dalam beberapa tahun terakhir menjadi sinyal peringatan serius bagi kesehatan masyarakat global, termasuk di Indonesia. Penurunan ini tidak hanya dipengaruhi oleh disrupsi layanan kesehatan pascapandemi, tetapi juga oleh meningkatnya keraguan dan penolakan terhadap vaksin di masyarakat. Kondisi ini berisiko menurunkan herd immunity dan membuka kembali peluang terjadinya wabah penyakit yang sebelumnya dapat dicegah melalui imunisasi. (1)
Dalam konteks tersebut, peringatan World Immunization Week 2026 menjadi sangat relevan. Dengan tema “For every generation, vaccines work”, kampanye ini menegaskan bahwa manfaat vaksinasi tetap konsisten dan lintas generasi. (2) Bagi dokter anak di Indonesia, momentum ini menjadi penting untuk memperkuat kembali edukasi kepada orang tua bahwa imunisasi bukan hanya perlindungan individu, tetapi juga investasi kesehatan jangka panjang bagi populasi.
Peran Vaksin Berdasarkan Bukti Ilmiah Global
Salah satu bukti paling komprehensif mengenai dampak imunisasi berasal dari studi longitudinal global yang dipublikasikan dalam The Lancet, yang mengevaluasi dampak program Expanded Programme on Immunization (EPI), yaitu program global yang diluncurkan oleh World Health Organization pada tahun 1974 untuk memastikan semua anak di seluruh dunia mendapatkan akses terhadap vaksin yang menyelamatkan jiwa. Tujuan utama Expanded Programme on Immunization adalah meningkatkan cakupan imunisasi secara merata, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, serta memperkuat sistem kesehatan melalui layanan imunisasi rutin.
Program ini awalnya berfokus pada beberapa penyakit utama seperti tuberkulosis, difteri, tetanus, pertusis, polio, dan campak. Seiring waktu, cakupannya berkembang mencakup lebih banyak vaksin sesuai kebutuhan epidemiologi masing-masing negara.
Studi ini menggunakan pendekatan pemodelan matematis dan statistik untuk membandingkan kondisi dunia nyata dengan skenario hipotetik tanpa vaksinasi. Analisis dilakukan terhadap 14 patogen utama dengan mempertimbangkan cakupan imunisasi rutin dan tambahan di berbagai wilayah dunia. Pendekatan ini memungkinkan estimasi yang robust terhadap jumlah kematian dan morbiditas yang dapat dicegah oleh vaksinasi. (3)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak tahun 1974, vaksinasi telah mencegah sekitar 154 juta kematian secara global, dengan mayoritas terjadi pada anak usia di bawah lima tahun. Lebih dari 100 juta di antaranya adalah bayi usia di bawah satu tahun, menegaskan peran krusial imunisasi dalam periode awal kehidupan. (3)
Selain itu, setiap kematian yang berhasil dicegah setara dengan diperolehnya rata-rata 66 tahun kehidupan dalam keadaan sehat sehat. Jika digabung, program imunisasi telah menghasilkan lebih dari 10 miliar tahun kehidupan sehat secara global. (3) Hal ini menunjukkan bahwa dampak vaksinasi tidak hanya terbatas pada penurunan mortalitas, tetapi juga peningkatan kualitas hidup secara luas.
Dari sisi epidemiologi, imunisasi berkontribusi terhadap sekitar 40 persen penurunan angka kematian bayi secara global dalam lima dekade terakhir. Di wilayah dengan beban penyakit tinggi, kontribusinya bahkan lebih besar. Studi ini juga menunjukkan bahwa pada tahun 2024, seorang anak di bawah usia 10 tahun memiliki peluang untuk bertahan hidup hingga ulang tahun berikutnya sekitar 40 persen lebih tinggi dengan adanya program vaksin dibandingkan dengan skenario tanpa vaksinasi. Efek ini juga berlanjut hingga usia dewasa, menunjukkan manfaat jangka panjang dari imunisasi. (3)
Temuan ini diperoleh melalui metodologi yang telah divalidasi secara luas dan menjadi salah satu bukti terkuat mengenai efektivitas vaksin dalam meningkatkan harapan hidup dan kesehatan populasi.
World Immunization Week 2026 menegaskan kembali bahwa imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat paling efektif sepanjang sejarah. Di tengah tren penurunan cakupan imunisasi dan meningkatnya keraguan terhadap vaksin, peran tenaga kesehatan, khususnya dokter anak, menjadi semakin krusial dalam memberikan edukasi berbasis bukti kepada masyarakat.
Keberhasilan imunisasi selama lima dekade terakhir menunjukkan bahwa akses yang merata dan berkelanjutan terhadap vaksin adalah kunci dalam mempertahankan penurunan angka kematian anak dan peningkatan kualitas hidup. (4) Oleh karena itu, penguatan sistem pelayanan kesehatan primer serta strategi komunikasi yang efektif menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa manfaat vaksin tetap dirasakan oleh setiap generasi.
Referensi
- World Health Organization. World Immunization Week 2026 Campaign. Available from:
https://www.who.int/campaigns/world-immunization-week/2026 - World Health Organization. Essential Programme on Immunization. Available from: https://www.who.int/teams/immunization-vaccines-and-biologicals/essential-programme-on-immunization
- World Health Organization. Global immunization efforts have saved at least 154 million lives over the past 50 years. 2024. Available from: https://www.who.int/news/item/24-04-2024-global-immunization-efforts-have-saved-at-least-154-million-lives-over-the-past-50-years
- The Lancet. Global impact of vaccination over 50 years. 2024. Available from: https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(24)00850-X/fulltext

