Berita
Obat Ekonomis Ini Dapat Cegah Cerebral Palsy pada Janin dengan Risiko Kelahiran Preterm!

Latar Belakang
Peningkatan angka kelahiran preterm merupakan fenomena global yang juga terjadi di Indonesia. Kemajuan perawatan perinatal dan neonatal meningkatkan angka kelangsungan hidup bayi preterm, namun hal ini juga meningkatkan konsekuensi jangka panjang berupa gangguan neurologis, terutama cerebral palsy (CP), yaitu sekelompok gangguan neurologis non-progresif yang disebabkan oleh kerusakan otak yang mengatur fungsi motorik, juga ikut meningkat. Data menunjukkan bahwa kejadian cerebral palsy menurun seiring meningkatnya usia kehamilan, tetapi lebih tinggi secara signifikan pada bayi yang lahir sangat preterm, dengan penurunan bertahap dari 14,6% pada usia kehamilan 22–27 minggu menjadi 0,7% pada usia 32–36 minggu. (1)
Magnesium sulfat (MgSO₄) adalah obat yang telah lama digunakan dalam praktik obstetri, terutama untuk pencegahan dan tata laksana preeklamsia dan eklampsia. Dalam dua dekade terakhir, MgSO₄ juga digunakan sebagai agen neuroprotektif pada ibu hamil yang berisiko melahirkan preterm, dengan tujuan melindungi otak janin dari cedera iskemik dan inflamasi. Cara kerja magnesium sulfat sebagai agen neuroprotektif belum sepenuhnya dipahami. Namun, beberapa hipotesis menyatakan bahwa MgSO₄ menghambat reseptor N-methyl-D-aspartate (NMDA) yang berperan dalam cedera oligodendrosit pada substansia alba periventrikular. Selain itu, MgSO₄ memiliki efek antioksidan, vasodilatasi, dan stabilisasi vaskular, serta dapat mengurangi kerusakan akibat hipoksia, menekan mediator inflamasi dan eksitotoksik, serta berperan dalam menghambat proses apoptosis. (2)
Bukti Ilmiah Mengenai Efek Magnesium Sulfat Terhadap luaran Anak
Bukti ilmiah terkuat hingga saat ini berasal dari tinjauan sistematis Cochrane 2024 yang mengevaluasi penggunaan magnesium sulfat antenatal untuk neuroproteksi janin pada kehamilan berisiko preterm. Tinjauan ini mengikutsertakan analisis terhadap enam uji acak terkontrol yang melibatkan 5917 perempuan hamil dengan usia kehamilan kurang dari 34 minggu dan 6759 janin hidup saat randomisasi. Seluruh studi membandingkan magnesium sulfat dengan plasebo. (2)
Hingga usia koreksi dua tahun, pemberian magnesium sulfat terbukti menurunkan kejadian cerebral palsy secara signifikan dibandingkan plasebo, serta menurunkan luaran gabungan kematian atau cerebral palsy. Kepastian bukti untuk kedua luaran ini tergolong tinggi. (2)
Sebaliknya, magnesium sulfat kemungkinan hanya memberikan sedikit atau tidak memberikan perbedaan bermakna terhadap luaran kematian saja, disabilitas neurodevelopmental mayor, maupun luaran gabungan kematian atau disabilitas mayor hingga usia dua tahun. (2) Data tindak lanjut hingga usia sekolah menunjukkan hasil yang belum konsisten dan memiliki kepastian bukti rendah, sehingga manfaat jangka panjang hingga remaja dan dewasa masih memerlukan penelitian lanjutan.
Selain cerebral palsy, magnesium sulfat juga kemungkinan menurunkan kejadian perdarahan intraventrikular berat pada bayi preterm, yang merupakan salah satu faktor risiko utama gangguan neurologis jangka panjang. (2)
Keamanan pada Ibu
Dari sisi maternal, magnesium sulfat tidak terbukti meningkatkan kejadian komplikasi berat seperti kematian, henti napas, atau henti jantung. (1) Namun demikian, magnesium sulfat secara konsisten meningkatkan kejadian efek samping yang cukup berat hingga menyebabkan penghentian terapi, seperti rasa panas, mual, pusing, dan ketidaknyamanan selama infus. (2)
Temuan ini penting dalam praktik klinis karena penghentian terapi dapat memengaruhi efektivitas neuroproteksi yang diharapkan, serta menekankan perlunya edukasi dan pemantauan ketat selama pemberian.
Kesimpulan
Magnesium sulfat antenatal merupakan intervensi berbasis bukti yang efektif dalam menurunkan kejadian cerebral palsy dan luaran gabungan kematian atau cerebral palsy pada anak hingga usia dua tahun yang lahir preterm. Manfaat ini dicapai tanpa peningkatan komplikasi maternal berat, meskipun efek samping ringan hingga sedang cukup sering terjadi dan dapat menyebabkan penghentian terapi.
Daftar Pustaka
- Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Panduan persalinan preterm. Jakarta: POGI; 2019.
- Shepherd E, Middleton P, Crowther CA, et al. Magnesium sulphate for women at risk of preterm birth for neuroprotection of the fetus. Cochrane Database Syst Rev. 2024;CD004661. doi:10.1002/14651858.CD004661.pub4.

