Berita
Leukemia, Kanker Tersering pada Anak

Latar Belakang
Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, penting untuk menyoroti leukemia sebagai salah satu kanker tersering pada anak. Leukemia menyumbang proporsi terbesar dari seluruh keganasan pediatrik, dengan leukemia limfoblastik akut atau acute lymphoblastic leukemia (ALL) sebagai subtipe yang paling dominan. Meskipun merupakan penyakit yang serius dan berpotensi fatal, kemajuan pesat dalam diagnosis dan tata laksana telah secara signifikan meningkatkan angka kesintasan anak dengan leukemia dalam beberapa dekade terakhir . (1)
Leukemia pada anak sering kali datang dengan gejala yang tidak spesifik, sehingga dapat menyerupai infeksi atau gangguan hematologis lain. Oleh karena itu, pemahaman menyeluruh mengenai epidemiologi, patogenesis, serta prinsip diagnosis dan pengobatan menjadi krusial bagi dokter anak untuk mendukung deteksi dini dan penanganan optimal.
Definisi dan Epidemiologi
Leukemia didefinisikan sebagai keganasan sel punca hematopoietik yang ditandai oleh proliferasi klonal sel darah abnormal di sumsum tulang, darah perifer, dan organ limfoid. Pada populasi pediatrik, ALL merupakan tipe yang paling sering ditemukan, diikuti oleh leukemia mieloid akut. Insidens leukemia anak bervariasi secara geografis, namun ALL umumnya mencapai puncak pada usia 2–5 tahun . (1)
Secara global, leukemia menyumbang sekitar sepertiga dari seluruh kasus kanker pada anak. Anak laki-laki dilaporkan memiliki risiko sedikit lebih tinggi dibandingkan anak perempuan. Meskipun etiologi pasti belum sepenuhnya dipahami, leukemia anak merupakan hasil interaksi kompleks antara faktor genetik dan lingkungan . (1)
Patogenesis dan Patofisiologi
Patogenesis leukemia melibatkan akumulasi mutasi genetik yang mengganggu regulasi normal proliferasi, diferensiasi, dan apoptosis sel hematopoietik. Pada ALL, terjadi transformasi maligna pada prekursor limfoid, baik garis sel B maupun T. Mutasi ini menyebabkan sel leukemik kehilangan kemampuan maturasi dan mengalami proliferasi tidak terkontrol . (1)
Akumulasi sel blast di sumsum tulang menghambat produksi normal eritrosit, leukosit, dan trombosit. Kondisi ini menjelaskan munculnya gejala anemia, infeksi berulang akibat neutropenia, serta perdarahan karena trombositopenia. Selain itu, infiltrasi sel leukemik ke organ lain seperti hati, limpa, kelenjar getah bening, dan sistem saraf pusat dapat menimbulkan manifestasi klinis tambahan . (1)
Gambaran Klinis dan Diagnosis
Secara klinis, leukemia pada anak sering muncul dengan keluhan lemah, pucat, demam berkepanjangan, mudah memar atau perdarahan, serta nyeri tulang atau sendi. Pembesaran kelenjar getah bening, hepatomegali, dan splenomegali juga sering ditemukan. Pada sebagian kasus, keterlibatan sistem saraf pusat dapat menyebabkan sakit kepala, muntah, atau perubahan perilaku . (1)
Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan darah perifer yang menunjukkan adanya blast, anemia, dan trombositopenia, serta konfirmasi melalui aspirasi sumsum tulang. Pemeriksaan imunofenotipe, sitogenetik, dan molekuler berperan penting dalam klasifikasi leukemia dan penentuan stratifikasi risiko, yang selanjutnya memengaruhi pilihan terapi . (1)
Faktor Risiko dan Tata Laksana
Sebagian besar kasus leukemia anak bersifat sporadik, namun beberapa faktor risiko telah diidentifikasi, termasuk kelainan genetik tertentu, paparan radiasi dosis tinggi, serta sindrom kongenital yang memengaruhi stabilitas genom. Namun, pada banyak pasien, faktor pencetus yang jelas tidak dapat diidentifikasi . (1)
Tata laksana ALL terdiri dari kemoterapi multiagen yang diberikan dalam beberapa fase, termasuk induksi, konsolidasi, dan pemeliharaan. Pendekatan terapi saat ini bersifat risiko-adaptif, dengan intensitas pengobatan disesuaikan berdasarkan karakteristik biologis leukemia dan respons awal terhadap terapi. Terapi suportif, termasuk pencegahan dan penanganan infeksi, sangat penting dalam keseluruhan perjalanan pengobatan . (1)
Prognosis
Prognosis leukemia anak, khususnya ALL, telah mengalami perbaikan yang signifikan. Dengan protokol terapi modern, angka kesintasan lima tahun pada ALL anak kini mencapai lebih dari 85%. Faktor prognostik penting meliputi usia saat diagnosis, jumlah leukosit awal, karakteristik sitogenetik, serta respons terhadap terapi induksi . (1)
Kesimpulan dan Penutup
Leukemia, terutama ALL, merupakan keganasan tersering pada anak dan menjadi fokus penting dalam peringatan Hari Kanker Sedunia. Meskipun memiliki perjalanan penyakit yang kompleks, kemajuan dalam pemahaman biologis dan terapi telah secara dramatis meningkatkan prognosis. Peran dokter anak sangat penting dalam mengenali gejala awal, mempercepat rujukan, serta mendampingi keluarga dalam perjalanan panjang pengobatan leukemia anak.
Ingin baca artikel terkait kanker lainnya? Kunjungi tautan-tautan berikut:
Leukemia, Kanker Tersering pada Anak
Burkitt Lymphoma: Keganasan Limfoid Agresif, Namun Responsif pada Terapi
Pentingnya Diagnosis Dini pada Retinoblastoma
Daftar Pustaka
Puckett Y, Chan O. Acute Lymphocytic Leukemia. [Updated 2023 Aug 26]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459149/

