Dot Grid

Berita

​Konsensus Imunisasi Respiratory Syncytial Virus pada Ibu Hamil

​Konsensus Imunisasi Respiratory Syncytial Virus pada Ibu Hamil

Latar Belakang

Respiratory Syncytial Virus (RSV) merupakan salah satu penyebab utama infeksi saluran pernapasan bawah pada bayi dan anak balita di seluruh dunia. Secara global, World Health Organization mengestimasikan lebih dari 33 juta kasus infeksi saluran pernapasan bawah akibat RSV setiap tahunnya, dengan sekitar 3 juta rawat inap dan lebih dari 120.000 kematian pada anak berusia di bawah lima tahun. Infeksi RSV pada ibu hamil dilaporkan terjadi pada sekitar 4–7% kehamilan secara global, sementara data lokal di Indonesia menunjukkan angka yang serupa, berkisar 5–8% pada wilayah dengan risiko penularan tinggi. Di Indonesia, penelitian di kota-kota besar seperti Bandung, Lombok, dan Jakarta menunjukkan RSV menyumbang 15–20% dari seluruh kasus infeksi saluran pernapasan akut yang dirawat di rumah sakit pada anak. (1)

Secara etiologis, RSV memiliki dua glikoprotein permukaan utama yang berperan dalam patogenesis, yaitu protein fusi (F) dan protein perlekatan (G). Protein F memiliki dua konformasi, prefusion (preF) dan postfusion (postF), dengan preF terbukti menginduksi antibodi penetralisir berpotensi lebih tinggi sehingga menjadi target utama pengembangan vaksin. RSV menimbulkan spektrum penyakit mulai dari infeksi saluran napas atas yang ringan hingga bronkiolitis dan pneumonia berat, terutama pada neonatus dan bayi di bawah enam bulan akibat imaturitas sistem imun dan anatomi saluran napas yang sempit. Faktor risiko infeksi berat pada neonatus meliputi prematuritas, berat badan lahir rendah, penyakit jantung kongenital, penyakit paru kronik, serta faktor lingkungan seperti paparan asap rokok dan kepadatan hunian. Di Amerika Serikat, diperkirakan 58.000 hingga 80.000 anak di bawah lima tahun dirawat inap setiap tahun akibat RSV, dengan 100–300 kematian tahunan pada kelompok usia tersebut.  (1)


Pembentukan Kekebalan dan Rasionalisasi Imunisasi Maternal

Infeksi RSV alami memicu respons imun bawaan melalui makrofag, sel natural killer, dan sel dendritik yang mengenali virus melalui pattern recognition receptors, diikuti respons imun adaptif berupa aktivasi sel T dan produksi antibodi oleh sel B. (1) Namun, kekebalan yang terbentuk dari infeksi alami bersifat parsial dan tidak bertahan lama, sehingga reinfeksi dapat terjadi berulang sepanjang hidup, dan pada bayi di bawah enam bulan memori imunologis yang terbentuk juga kurang optimal. Kondisi inilah yang melandasi rasionalisasi imunisasi maternal, yaitu memanfaatkan mekanisme transfer pasif antibodi imunoglobulin G (IgG) melalui plasenta untuk memberikan perlindungan sementara pada bayi sebelum sistem imunnya berkembang mandiri. Penelitian menunjukkan kadar antibodi protein F pada ibu yang divaksinasi secara bermakna lebih tinggi dibandingkan dari infeksi alami, dan transfer antibodi ke janin paling optimal terjadi bila vaksinasi diberikan minimal lima minggu sebelum persalinan. (1)


Rekomendasi Pemberian Vaksin RSV pada Ibu Hamil

Berdasarkan konsensus yang disusun oleh Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI ), dan (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) pemberian vaksin RSVPreF dianjurkan  pada ibu hamil usia kehamilan 32–36 minggu, sejalan dengan rekomendasi Food and Drug Administration dan Advisory Committee on Immunization Practices CDC, mengingat rentang usia gestasi tersebut memberikan efisiensi transfer antibodi transplasenta yang paling optimal sekaligus profil keamanan yang baik. Vaksin diberikan sebagai dosis tunggal 0,5 mL secara intramuskular, umumnya di otot deltoid, tanpa memerlukan dosis penguat pada kehamilan yang sama. Vaksinasi dapat dipertimbangkan pula pada kehamilan kembar dan ibu hamil remaja, namun dikontraindikasikan pada riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin, riwayat anafilaksis pascavaksinasi, penyakit akut berat yang belum stabil, serta pada ibu hamil yang berisiko bersalin dalam dua minggu mendatang. (1)

Dasar efektivitas rekomendasi ini didukung oleh uji klinis fase 3 multinasional yang melibatkan sekitar 3.500 ibu hamil per kelompok, yang menunjukkan vaksin RSVPreF menurunkan risiko infeksi saluran napas bawah berat akibat RSV pada bayi sebesar 81,8% dalam 90 hari pertama kehidupan dan 69,4% dalam 180 hari. Pada subkelompok ibu yang divaksinasi pada usia kehamilan 32–36 minggu, efikasi terhadap infeksi berat bahkan mencapai 91,1% pada 90 hari pertama. Data dunia nyata dari program vaksinasi maternal di Argentina memperkuat temuan ini, dengan perlindungan terhadap rawat inap akibat RSV sebesar 68,0% pada bayi di bawah enam bulan. Dari aspek keamanan, studi tidak menunjukkan peningkatan bermakna risiko kelahiran prematur, kematian perinatal, maupun kelainan kongenital yang berkaitan dengan vaksinasi; reaksi simpang yang dilaporkan umumnya ringan dan bersifat lokal, seperti nyeri di tempat suntikan, atau sistemik ringan seperti kelelahan dan sakit kepala. Sebagai pendekatan komplementer pada bayi yang belum terlindungi oleh imunisasi maternal, antibodi monoklonal nirsevimab juga direkomendasikan, dengan efektivitas dunia nyata mencegah rawat inap akibat RSV mencapai 90% pada musim RSV 2023–2024. (1)


Kesimpulan dan Penutup

Beban penyakit RSV pada bayi, khususnya pada periode enam bulan pertama kehidupan, tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia sebagai negara tropis dengan transmisi RSV yang berlangsung sepanjang tahun. Mengingat belum tersedianya vaksin RSV pediatrik dan terbatasnya kekebalan yang dihasilkan oleh infeksi alami, imunisasi maternal RSV pada usia kehamilan 32–36 minggu menjadi strategi pencegahan primer yang didukung bukti ilmiah kuat, baik dari aspek efikasi klinis, profil keamanan, maupun nilai farmakoekonomi. Dokter anak memiliki peran penting dalam edukasi keluarga, koordinasi rujukan dengan sejawat obstetri, serta pemantauan dan pelaporan kejadian ikutan pascaimunisasi, sehingga implementasi konsensus ini dapat berjalan optimal dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas neonatal akibat RSV di Indonesia.  (1)


Daftar Pustaka

1. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Unit Kerja Koordinasi Infeksi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia. Konsensus Imunisasi Respiratory Syncytial Virus (RSV) pada Ibu Hamil. Jakarta: POGI; 2025.





Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan