Dot Grid

Berita

​Konsensus Durasi Tidur pada Anak Menurut American Academy of Sleep Medicine

​Konsensus Durasi Tidur pada Anak Menurut American Academy of Sleep Medicine

Latar Belakang

Tidur adalah kebutuhan biologis universal, bukan sekadar periode istirahat pasif . (1) Kurang tidur berkaitan erat dengan peningkatan risiko hipertensi, obesitas, diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, gangguan fungsi imun, hingga gangguan mood dan neurodegeneratif . (1) Pada anak dan remaja, tidur memiliki peran tambahan yang krusial dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan, sehingga tidur yang tidak adekuat secara kronis dapat memengaruhi kemampuan berpikir dan belajar, serta meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, hipertensi, dan obesitas di kemudian hari . (3) Pada populasi dewasa, konsensus American Academy of Sleep Medicine (AASM) bersama Sleep Research Society menetapkan rentang ideal 7–7,5 jam per malam, dengan peningkatan prevalensi gangguan kesehatan saat durasi tidur turun mendekati 6,5 jam atau kurang . (1) Kebutuhan tidur pada anak jauh lebih besar dan bervariasi menurut usia, mengingat tidur pada periode tumbuh kembang memiliki fungsi tambahan terhadap maturasi otak, sehingga AASM membentuk panel konsensus khusus untuk merumuskan rekomendasi durasi tidur pada populasi pediatrik usia 0–18 tahun . (2)


Fisiologi dan Fungsi Tidur

Secara fisiologis, tidur tersusun dari siklus bergantian antara fase non-rapid eye movement (NREM) dan rapid eye movement (REM) yang terprogram oleh jam sirkadian tubuh, dan tidur kontinu yang selaras dengan ritme sirkadian bersifat lebih restoratif dibandingkan tidur yang terfragmentasi, seperti pada kerja shift malam atau jet lag . (1) Selama tidur NREM, sistem saraf parasimpatis mendominasi sehingga tekanan darah dan denyut jantung menurun, sementara pada fase REM dan saat terjaga sistem simpatis kembali aktif . (3) Pelepasan kortisol di pagi hari membantu individu terjaga, sementara pada anak, hormon yang mengatur pelepasan testosteron, estrogen, dan progesteron disekresikan secara pulsatil pada malam hari dengan amplitudo meningkat menjelang pubertas . (3)

Fungsi tidur tidak terbatas pada istirahat fisik. Tidur penting bagi kognisi saat terjaga—kemampuan berpikir jernih, waspada, dan mempertahankan atensi—serta konsolidasi memori dan regulasi emosi; kewaspadaan mulai menurun setelah terjaga lebih dari 16 jam kontinu, dan defisit tidur parsial dapat terakumulasi sehingga menyebabkan penurunan kewaspadaan progresif serta peningkatan reaktivitas emosional terhadap stresor ringan . (1) Pada sistem metabolik, tidur yang tidak adekuat meningkatkan kadar leptin dan ghrelin, menurunkan sensitivitas insulin, serta meningkatkan konsumsi makanan tinggi lemak dan gula, berkontribusi terhadap obesitas dan sindrom metabolik . (3) Pada sistem imun dan respirasi, tidur memengaruhi aktivitas sel imun yang berfluktuasi sepanjang hari sehingga kurang tidur meningkatkan kerentanan terhadap infeksi, sementara gejala asma cenderung memburuk pada dini hari saat tidur . (3)


Rentang Durasi Tidur Berdasarkan Usia

Pada tahun 2016, panel 13 ahli kedokteran dan sains tidur AASM menyusun rekomendasi durasi tidur anak menggunakan metode modifikasi RAND Appropriateness Method, setelah meninjau 864 publikasi dari sepuluh domain kesehatan—kardiovaskular, perkembangan, performa, kesehatan umum, imunologi, mental, dan metabolik—melalui tiga ronde pemungutan suara . (2) Hasil konsensus menetapkan rekomendasi durasi tidur per 24 jam berdasarkan kelompok usia berikut: bayi usia 4–12 bulan 12–16 jam; anak usia 1–2 tahun 11–14 jam; anak usia 3–5 tahun 10–13 jam, ketiganya termasuk tidur siang; anak usia 6–12 tahun 9–12 jam; dan remaja usia 13–18 tahun 8–10 jam, tanpa tidur siang . (2) Tidak terdapat rekomendasi untuk bayi di bawah usia 4 bulan karena keterbatasan data penelitian . (2)

Pola penurunan durasi tidur secara bertahap seiring usia sejalan dengan perubahan ontogeni metabolisme otak, di mana penurunan total waktu tidur pada dekade pertama kehidupan diduga berkaitan dengan produksi sinaps berlebih pada masa awal yang diikuti pemangkasan (pruning) sinaps yang tidak diperlukan . (2) Rasionalisasi setiap rentang usia juga didasarkan pada bukti epidemiologis lintas domain: pada domain performa, durasi minimal 11 jam pada toddler, 10 jam pada usia prasekolah, 9 jam pada usia sekolah, dan 8 jam pada remaja mendukung performa optimal; pada domain kesehatan mental, durasi lebih singkat berkaitan dengan gangguan regulasi emosi dan, pada remaja, peningkatan risiko menyakiti diri sendiri; pada domain metabolik, durasi singkat berasosiasi dengan obesitas terutama pada anak di bawah 10 tahun; dan pada domain kardiovaskular, durasi sangat singkat dikaitkan dengan hipertensi . (2) Panel sepakat bahwa durasi tidur terlalu singkat bersifat tidak sehat pada setiap kelompok usia, sementara batas atas ditetapkan dengan mempertimbangkan gangguan tidur yang justru berasosiasi dengan durasi lebih panjang. Rekomendasi ini mencerminkan durasi rerata yang ideal dan habitual, bukan nilai mutlak setiap malam, mengingat durasi tidur di dunia nyata dapat dipengaruhi oleh jadwal sekolah maupun keterlambatan ritme sirkadian pada masa pubertas . (2)


Kesimpulan dan Penutup

Tidur merupakan kebutuhan biologis yang berperan jauh lebih kompleks daripada sekadar istirahat, mencakup fungsi restoratif terhadap sistem kardiovaskular, metabolik, imun, dan neurokognitif . (1, 3) Konsensus AASM tahun 2016 memberikan landasan berbasis bukti bagi dokter anak untuk mengedukasi orang tua mengenai durasi tidur yang sesuai pada setiap fase tumbuh kembang, mulai dari 12–16 jam pada bayi hingga 8–10 jam pada remaja . (2) Pemahaman terhadap rasionalisasi di balik setiap rentang usia memungkinkan dokter anak memberikan konseling yang kontekstual, bukan sekadar menyamaratakan anjuran pada seluruh kelompok usia pediatrik . (2) Edukasi higiene tidur kepada keluarga, disertai pemantauan durasi tidur sebagai parameter rutin pada kunjungan anak sehat, merupakan langkah konkret untuk mendukung tercapainya kesehatan optimal pada anak.


Referensi

1. Worley SL. The Extraordinary Importance of Sleep: The Detrimental Effects of Inadequate Sleep on Health and Public Safety Drive an Explosion of Sleep Research. P T. 2018 Dec;43(12):758-763. PMID: 30559589; PMCID: PMC6281147.

2. Paruthi S, Brooks LJ, D'Ambrosio C, Hall WA, Kotagal S, Lloyd RM, Malow BA, Maski K, Nichols C, Quan SF, Rosen CL, Troester MM, Wise MS. Consensus Statement of the American Academy of Sleep Medicine on the Recommended Amount of Sleep for Healthy Children: Methodology and Discussion. J Clin Sleep Med. 2016 Nov 15;12(11):1549-1561. doi: 10.5664/jcsm.6288. PMID: 27707447; PMCID: PMC5078711.

3. National Heart, Lung, and Blood Institute. Why Is Sleep Important? [Internet]. Bethesda: NHLBI; [cited 2026 Jun 24]. Available from: https://www.nhlbi.nih.gov/health/sleep/why-sleep-important





Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan