Dot Grid
Beranda/Berita & Artikel/ Artikel Detail

Berita

​Indikasi Probiotik pada Anak: Apa yang Sudah Terbukti Secara Ilmiah?

31 Mei 2026

Ditulis oleh dr. Afiah Salsabila

​Indikasi Probiotik pada Anak: Apa yang Sudah Terbukti Secara Ilmiah?

Dalam beberapa dekade terakhir, pemahaman mengenai mikrobiota usus berkembang sangat pesat. Saluran cerna kini tidak lagi dipandang sekadar organ pencernaan, tetapi juga ekosistem kompleks yang berperan dalam maturasi sistem imun, metabolisme, inflamasi, hingga komunikasi gut-brain axis. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa disbiosis mikrobiota mulai dikaitkan dengan beragam penyakit pada anak, mulai dari diare infeksi, alergi, penyakit inflamasi usus, obesitas, hingga gangguan neuropsikiatri. (1)

Perkembangan tersebut menyebabkan probiotik semakin populer, baik di masyarakat maupun praktik klinis sehari-hari. Tidak sedikit klaim yang menyebut probiotik dapat menjadi “solusi” untuk hampir semua gangguan kesehatan anak. Namun, tidak semua indikasi memiliki bukti ilmiah yang kuat. Efektivitas probiotik sangat bergantung pada strain, dosis, serta kondisi klinis pasien. Karena itu, pemilihan probiotik sebaiknya berbasis evidence-based medicine dan tidak disamaratakan antarproduk maupun penyakit. (1,2)

Berikut beberapa indikasi probiotik pada anak yang saat ini memiliki dukungan ilmiah paling kuat.


Diare Akut Infeksi

Probiotik merupakan salah satu indikasi dengan bukti paling konsisten pada pediatri, terutama untuk diare akut infeksi virus. Strain seperti Lactobacillus rhamnosus GG dan Saccharomyces boulardii terbukti dapat mempersingkat durasi diare sekitar 1 hari melalui mekanisme kompetisi dengan patogen, peningkatan integritas mukosa usus, serta modulasi respons imun lokal. Dosis yang paling sering digunakan adalah L. rhamnosus GG minimal 10¹⁰ CFU/hari atau S. boulardii 250–500 mg/hari selama episode diare berlangsung. Namun, probiotik tetap bersifat adjuvan dan tidak menggantikan rehidrasi oral sebagai terapi utama. . (1–3)


Diare Terkait Antibiotik

Antibiotik dapat menyebabkan gangguan keseimbangan mikrobiota usus sehingga meningkatkan risiko antibiotic-associated diarrhea (AAD). Pemberian probiotik selama terapi antibiotik terbukti dapat menurunkan risiko AAD pada anak. Strain yang paling banyak diteliti adalah Lactobacillus rhamnosus GG dan Saccharomyces boulardii. Mekanismenya meliputi restorasi kolonisasi bakteri normal, inhibisi pertumbuhan patogen, serta produksi short-chain fatty acids yang mendukung kesehatan mukosa usus. Dosis yang direkomendasikan umumnya ≥5–10 miliar CFU/hari dan diberikan selama penggunaan antibiotik hingga beberapa hari setelah terapi selesai. (1–3)


Pencegahan Necrotizing Enterocolitis pada Bayi Prematur

Pada neonatus prematur, terutama dengan berat lahir sangat rendah, probiotik terbukti dapat menurunkan risiko necrotizing enterocolitis (NEC) dan mortalitas. Mekanisme yang diduga berperan adalah peningkatan maturasi sawar usus, modulasi inflamasi, serta penurunan translokasi bakteri patogen. Kombinasi strain Bifidobacterium dan Lactobacillus merupakan yang paling sering digunakan. Namun, pemilihan produk harus sangat hati-hati karena kualitas sediaan probiotik pada populasi rentan ini sangat penting. (1,3)


Kolik Infantil

Beberapa studi menunjukkan bahwa Lactobacillus reuteri DSM 17938 dapat membantu mengurangi durasi menangis pada bayi dengan kolik, terutama bayi ASI eksklusif. Mekanisme yang diusulkan meliputi perbaikan motilitas gastrointestinal, modulasi inflamasi ringan usus, dan perubahan komposisi mikrobiota. Dosis yang paling sering digunakan adalah 10⁸ CFU/hari selama minimal 21–28 hari. Namun, manfaatnya tampak lebih konsisten pada bayi ASI dibanding formula-fed infants. (2,3)


Pencegahan Dermatitis Atopik

Hubungan antara mikrobiota dan penyakit alergi menjadi salah satu topik yang banyak diteliti dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa bukti menunjukkan pemberian probiotik tertentu selama kehamilan akhir, menyusui, atau awal kehidupan dapat menurunkan risiko dermatitis atopik pada anak berisiko tinggi. Efek ini diduga berkaitan dengan modulasi respons imun Th1/Th2 dan peningkatan toleransi imun. Meski demikian, hasil studi masih heterogen sehingga rekomendasi rutin belum sepenuhnya universal. . (1,3)


Functional Abdominal Pain dan Irritable Bowel Syndrome

Pada functional abdominal pain (FAP),  probiotik tertentu dapat membantu mengurangi nyeri abdomen dan distensi melalui modulasi mikrobiota, penurunan inflamasi mukosa ringan, dan pengaruh terhadap gut-brain axis. Lactobacillus rhamnosus GG dan beberapa kombinasi multi-strain menunjukkan manfaat pada sebagian pasien anak dengan irritable bowel syndrome (IBS). Namun, respons terapi cukup bervariasi antarindividu. (2,3)

Meskipun probiotik relatif aman pada sebagian besar anak sehat, penggunaannya tetap perlu hati-hati pada kelompok imunokompromais, pasien dengan central venous catheter, atau kondisi kritis karena terdapat risiko infeksi oportunistik meskipun jarang. Selain itu, penting dipahami bahwa manfaat probiotik bersifat strain-specific sehingga hasil satu strain tidak dapat digeneralisasi ke semua produk probiotik di pasaran. (1)

Pada akhirnya, probiotik merupakan salah satu perkembangan menarik dalam pediatri modern, terutama seiring meningkatnya pemahaman mengenai peran mikrobiota terhadap kesehatan anak. Namun, penggunaan probiotik tetap perlu didasarkan pada indikasi yang memiliki bukti ilmiah kuat, pemilihan strain yang tepat, serta ekspektasi yang realistis. Dalam praktik sehari-hari, probiotik lebih tepat diposisikan sebagai terapi adjuvan berbasis evidence, bukan “obat universal” untuk seluruh gangguan pada anak.


Referensi

  1. Hojsak I, Fabiano V, Pop TL, Goulet O, Zuccotti GV, Çokuğraş FC, et al. Guidance on the use of probiotics in clinical practice in children with selected clinical conditions and in specific vulnerable groups. Acta Paediatr. 2018;107(6):927-937.
  2. Szajewska H. What are the indications for using probiotics in children? Arch Dis Child. 2016;101:398-403.
  3. Depoorter L, Vandenplas Y. Probiotics in Pediatrics. A review and practical guide. Nutrients. 2021;13(7):2176.

Artikel Terkait


Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan