Dot Grid

Berita

​Hoaks Suntikan Vitamin K pada Bayi Baru Lahir Ciptakan Ancaman Nyata untuk VKDB

​Hoaks Suntikan Vitamin K pada Bayi Baru Lahir Ciptakan Ancaman Nyata untuk VKDB

Belakangan ini, kembali beredar klaim di media sosial yang menyatakan bahwa suntikan vitamin K pada bayi baru lahir berbahaya. Beberapa akun bahkan menyebutkan bahwa pemberian vitamin K dapat menyebabkan bayi kuning atau menimbulkan efek samping serius lainnya. Klaim semacam ini terdengar meyakinkan bagi sebagian orang tua baru, terutama ketika dikemas dengan bahasa yang seolah ilmiah. Padahal, justru klaim inilah yang berbahaya karena dapat membuat orang tua menolak intervensi yang terbukti penting untuk keselamatan bayi. (1)

Vitamin K sangat dibutuhkan bayi baru lahir karena pada masa neonatal kadar vitamin K dalam tubuh memang masih sangat rendah. Kondisi ini terjadi karena transfer vitamin K melalui plasenta sangat terbatas, saluran cerna bayi yang baru lahir belum memiliki kolonisasi bakteri usus yang cukup untuk memproduksi vitamin K secara endogen, dan kandungan vitamin K dalam ASI juga relatif rendah. Akibatnya, bayi baru lahir berada dalam kondisi rentan mengalami gangguan pembekuan darah apabila tidak diberikan profilaksis vitamin K segera setelah lahir. (2)

Kekurangan vitamin K pada bayi dapat menyebabkan Vitamin K Deficiency Bleeding atau VKDB, yaitu perdarahan akibat rendahnya aktivitas faktor-faktor pembekuan darah yang bergantung pada vitamin K. VKDB dapat muncul dalam tiga bentuk, yaitu early VKDB yang terjadi pada 24 jam pertama kehidupan, classic VKDB yang biasanya muncul pada hari ke-2 hingga ke-7, dan late VKDB yang terjadi setelah minggu pertama kehidupan hingga usia beberapa bulan. Di antara ketiganya, late VKDB merupakan bentuk yang paling berbahaya karena sering kali disertai perdarahan intrakranial yang dapat berujung pada kerusakan neurologis permanen, kejang, atau kematian. (2,3)

Karena itu, pencegahan VKDB merupakan bagian penting dari pelayanan neonatal esensial. Di Indonesia, pemberian vitamin K pada bayi baru lahir direkomendasikan sebagai bagian dari tata laksana standar neonatal. (4) Profilaksis yang diberikan umumnya berupa vitamin K1 dengan dosis 1 mg intramuskular untuk bayi cukup bulan, sedangkan pada bayi dengan berat lahir rendah atau kondisi tertentu dosis dapat disesuaikan. Pemberian intramuskular menjadi pilihan utama karena paling efektif mencegah seluruh spektrum VKDB, termasuk late VKDB. (2,4)

Secara teori, vitamin K juga dapat diberikan melalui jalur oral. Beberapa negara seperti Kanada tetap merekomendasikan pemberian intramuskular sebagai pilihan utama, tetapi apabila orang tua menolak, maka vitamin K oral dapat ditawarkan sebagai alternatif. Namun metode oral memiliki keterbatasan penting karena memerlukan beberapa dosis lanjutan dan sangat bergantung pada kepatuhan orang tua untuk memberikannya sesuai jadwal. Karena itu, injeksi intramuskular tetap lebih disarankan karena meningkatkan kepatuhan dan memberikan perlindungan yang lebih konsisten. (2)

Sebuah laporan kasus tahun 2024 menggambarkan VKDB pada bayi baru lahir sebagai kondisi yang katastrofik namun sepenuhnya dapat dicegah. Bayi yang tidak mendapat vitamin K dapat datang dengan perdarahan berat, anemia, syok, hingga perdarahan intrakranial yang membutuhkan perawatan intensif. (3)

Bahaya nyata dari penolakan vitamin K tak hanya tergambar dalam berbagai laporan kasus. Yang hanya bisa diakses melalui literatur ilmiah kesehatan. Salah satu contoh yang sempat naik di media adalah kisah keluarga Shaker yang dibagikan dalam sebuah wawancara dengan media kesehatan yang berbasis di Amerika Serikat, Ivanhoe News. Pada segmen tersebut, ada sepasang orang tua yang menceritakan bahwa mereka menolak suntikan vitamin K pada anaknya saat bayi lahir. Beberapa minggu kemudian bayi mereka mengalami perdarahan otak akibat VKDB. Saat diwawancarai, keluarga tersebut menjelaskan bahwa anak mereka kini mengalami kejang berulang dan harus menjalani pengobatan rutin serta evaluasi medis berkelanjutan. Kasus ini menjadi pengingat nyata bahwa VKDB bukan ancaman teoritis, melainkan kondisi serius yang benar-benar dapat terjadi bila profilaksis ditolak. (6)

Salah satu hoaks yang cukup sering beredar adalah klaim bahwa suntikan vitamin K dapat menyebabkan jaundice atau kuning pada bayi. Klaim ini tidak memiliki dasar kuat dalam konteks praktik neonatal modern. Kekhawatiran tersebut berasal dari laporan mengenai kemungkinan peningkatan bilirubin pada penggunaan vitamin K dosis sangat tinggi, yaitu sekitar 20–30 mg. Sementara itu, profilaksis neonatal menggunakan vitamin K1 hanya sebesar 0,5–1 mg, diberikan satu kali, dan telah terbukti aman. Tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa dosis profilaksis standar tersebut menyebabkan jaundice secara klinis bermakna. (6)

Menariknya, penolakan terhadap vitamin K sering kali berjalan beriringan dengan penolakan terhadap vaksin dan intervensi preventif lain pada bayi baru lahir. Karena itu, tenaga kesehatan perlu menyadari bahwa edukasi tentang vitamin K bukan hanya soal menjelaskan satu suntikan, tetapi juga soal membangun literasi kesehatan orang tua sejak awal agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh hoaks yang tampak meyakinkan tetapi tidak berdasar.

Pada kesimpulannya, vitamin K merupakan intervensi sederhana, murah, dan sangat penting untuk mencegah komplikasi perdarahan yang dapat mengubah hidup bayi secara permanen. Di tengah maraknya penyebaran hoaks di media sosial, edukasi yang gencar dan berbasis bukti perlu terus dilakukan. Jangan sampai orang tua menolak vitamin K hanya karena terpengaruh klaim yang tidak berdasar, lalu menyesal ketika komplikasi yang sebenarnya dapat dicegah sudah terlanjur terjadi.


References

  1. Loyal J, Shapiro ED. Refusal of intramuscular vitamin K by parents of newborns: a review. Hosp Pediatr. 2020;10(3):286-294. doi:10.1542/hpeds.2019-0228.
  2. Ng E, Loewy AD. Guidelines for vitamin K prophylaxis in newborns. Paediatr Child Health. 2018;23(6):394-402. doi:10.1093/pch/pxy082.
  3. Nmadu YW, Bernhard J, Klawinski A, Klawinski D, Shah C, Nakagawa T. A case of vitamin K deficiency bleeding in a newborn: catastrophic yet preventable. Cureus. 2024;16(7):e64098. doi:10.7759/cureus.64098.
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang pelayanan kesehatan neonatal esensial. Available from: https://dinkes.jatimprov.go.id/userfile/dokumen/PMK%20No.%2053%20ttg%20Pelayanan%20Kesehatan%20Neonatal%20Esensial.pdf
  5. Ivanhoe News. Babies hemorrhage after parents refuse vitamin K shots. YouTube. 2018 Sep 14. Available from: https://www.youtube.com/watch?v=SXXJ7ZAxH2g
  6. Stanford Medicine. Vitamin K. Newborn Nursery Clinical Guidelines. Stanford University School of Medicine. Available from: https://med.stanford.edu/newborns/clinical-guidelines/vitamink.html
Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan