Dot Grid

Berita

​Helicobacter pylori pada Anak: Menifestasi Klinis, Diagnosis, dan Tatalaksana

​Helicobacter pylori pada Anak: Menifestasi Klinis, Diagnosis, dan Tatalaksana

Latar Belakang

Helicobacter pylori merupakan bakteri gram-negatif berbentuk spiral yang berkolonisasi di mukosa lambung dan dikenal luas sebagai penyebab utama gastritis kronik, ulkus peptikum, serta faktor risiko kanker lambung pada dewasa. Meskipun manifestasi klinisnya lebih sering dikenali pada usia dewasa, sebagian besar infeksi H. pylori sebenarnya didapatkan pada masa kanak-kanak. Penularan terutama terjadi melalui rute fekal–oral atau oral–oral, dengan sumber utama berasal dari anggota keluarga yang terinfeksi, terutama dalam kondisi sanitasi dan kepadatan hunian yang kurang optimal. (1)

Pada anak, infeksi H. pylori sering bersifat asimtomatik atau memberikan gejala yang tidak spesifik. Namun demikian, dampaknya tidak dapat dianggap ringan. Selain berhubungan dengan gastritis dan ulkus peptikum, infeksi H. pylori pada anak telah dikaitkan dengan anemia defisiensi besi refrakter serta gangguan pertumbuhan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai karakteristik infeksi H. pylori pada populasi pediatrik menjadi penting bagi dokter anak, baik dalam aspek diagnosis maupun penatalaksanaan yang tepat. (1)


Epidemiologi Infeksi Helicobacter pylori pada Anak

Prevalensi infeksi H. pylori pada anak sangat bervariasi secara global dan berkaitan erat dengan kondisi sosioekonomi, sanitasi lingkungan, serta kepadatan tempat tinggal. Negara berpendapatan rendah dan menengah menunjukkan angka prevalensi yang lebih tinggi, dengan infeksi sering terjadi pada usia dini. Sebaliknya, di negara berpendapatan tinggi, prevalensi lebih rendah dan cenderung menurun seiring perbaikan higiene dan sanitasi. Infeksi yang diperoleh pada masa kanak-kanak umumnya bersifat persisten hingga dewasa apabila tidak ditangani, sehingga berkontribusi terhadap beban penyakit gastrointestinal di kemudian hari. (1)


Perbedaan Karakteristik Infeksi pada Anak dan Dewasa

Terdapat perbedaan bermakna antara infeksi H. pylori pada anak dan dewasa. Pada anak, respons inflamasi mukosa lambung umumnya lebih ringan, dengan derajat gastritis yang lebih rendah dan komplikasi seperti ulkus peptikum yang lebih jarang. Manifestasi klinis pada anak juga sering tidak spesifik, berupa nyeri perut berulang, mual, atau gangguan nafsu makan. Sebaliknya, pada dewasa, infeksi lebih sering berhubungan dengan ulkus, perdarahan saluran cerna, dan risiko keganasan lambung. Selain itu, hubungan antara infeksi H. pylori dengan anemia defisiensi besi dan gangguan pertumbuhan lebih menonjol pada populasi pediatrik dibandingkan dewasa. (1)


Perjalanan Penyakit dan Manifestasi Klinis pada Anak

Infeksi H. pylori pada anak umumnya dimulai sejak usia dini dan dapat berlangsung kronik. Sebagian besar anak tidak menunjukkan gejala yang khas, namun inflamasi kronik pada mukosa lambung dapat mengganggu absorpsi zat besi dan memicu anemia defisiensi besi yang sulit dikoreksi dengan suplementasi oral. Beberapa studi juga menunjukkan asosiasi antara infeksi H. pylori kronik dengan perlambatan pertumbuhan linear, meskipun mekanisme pastinya masih terus diteliti. Manifestasi ulkus peptikum pada anak relatif jarang, tetapi dapat terjadi dan umumnya berkaitan dengan gejala yang lebih jelas seperti nyeri epigastrium persisten atau perdarahan saluran cerna. (1)


Diagnosis Infeksi Helicobacter pylori pada Anak

Pendekatan diagnosis H. pylori pada anak berbeda secara prinsip dengan dewasa. Pemeriksaan non-invasif seperti urea breath test atau pemeriksaan antigen feses tidak direkomendasikan sebagai dasar indikasi terapi pada anak. Pedoman European Society of Pediatric Gastroenterology Hepatology, and Nutrition (ESPHGAN) dan North American Society of Pediatric Gastroenterology, Hepatology, and Nutrition (NASPHGAN) menekankan bahwa diagnosis sebaiknya ditegakkan melalui endoskopi saluran cerna atas dengan biopsi lambung apabila anak menunjukkan gejala yang konsisten dan terdapat indikasi klinis yang jelas. Pemeriksaan histopatologi, kultur, atau uji berbasis biopsi digunakan untuk konfirmasi diagnosis. Pendekatan ini bertujuan menghindari overdiagnosis dan overtreatment pada anak yang asimtomatik. (1,2)


Prinsip Tatalaksana pada Anak

Terapi eradikasi H. pylori pada anak hanya diindikasikan apabila diagnosis telah dikonfirmasi dari biopsi lambung dan terdapat indikasi klinis yang jelas, seperti ulkus peptikum atau kondisi terkait yang telah terbukti berhubungan dengan infeksi. Regimen terapi pada anak harus mempertimbangkan pola resistensi antibiotik lokal serta hasil uji sensitivitas apabila tersedia. Pengobatan yang didasarkan semata-mata pada hasil tes non-invasif seperti urea-breath test tidak direkomendasikan karena berisiko meningkatkan resistensi antibiotik dan paparan obat yang tidak perlu. (1,2). 

Jika terdapat konfirmasi bahwa terdapat H.pylori dari hasil biopsi, maka obat dapat diberikan. Klaritromisin merupakan antibiotik pilihan bagi eradikasi bakteri ini. Walaupun demikian, resistensi terhadap antibiotik ini meningkat. Karena hal ini, NASPHAGAN/ESPHAGAN merekomendasikan untuk melakukan tes suseptibilitas terhadap klaritromisin pada sediaan biopsi, dengan metode terstandarisasi atau polymerase chain reaction (PCR). Jika H. pylori sensitif terhadap klaritromisin, regimen triple therapy yang terdiri dari proton pump inhibitor (PPI), klaritromisin, dan amoksisilin dapat diberikan. Namun, jika H. pylori resisten terhadap klaritromisin, regimen bismuth-based quadruple therapy yang terdiri dari bismuth, PPI,amoksisilin, dan metronidazole dapat dipilih. H. pylori yang tidak dilakukan tes suseptibilitas perlu dianggap resisten, maka diberikan regimen quadruple bismuth-based therapy terhadap  pasien bisa diberikan. Pada anak dengan alergi penisilin, amoksisilin bisa diganti dengan metronidazole pada triple therapy, dan jika anak sudah di atas usia 8 tahun, amoksisilin bisa diganti dengan tetrasiklin. (3) Regimen berdasarkan resistensi klaritromisin bisa dilihat di Tabel 1, sementara itu, dosis pilihan untuk pengobatan H. pylori pada anak dapat dilihat pada Tabel 2. 


Tabel 1. Regimen pilihan untuk eradikasi H.pylori di anak berdasarkan hasil tes suseptibilitas klaritromisin. (3)

h pylori tabel 1.png


Tabel 2. Dosis obat eradikasi H. pylori pada anak. (3)

h pylori tabel 2.png


Kesimpulan

Helicobacter pylori merupakan infeksi yang umumnya didapatkan pada masa kanak-kanak dan dapat memberikan dampak klinis jangka panjang apabila tidak dikenali dengan tepat. Pada anak, infeksi ini tidak hanya berhubungan dengan penyakit ulkus, tetapi juga anemia defisiensi besi dan gangguan pertumbuhan. Pendekatan diagnosis dan tatalaksana pada populasi pediatrik berbeda dengan dewasa, dengan penekanan pada konfirmasi invasif sebelum pemberian terapi. Bagi dokter anak di Indonesia, pemahaman komprehensif mengenai karakteristik infeksi H. pylori pada anak sangat penting untuk memastikan penatalaksanaan yang rasional, efektif, dan berbasis bukti.


Daftar Pustaka

  1. Nguyen J, Kotilea K, Bontems P, Miendje Deyi VY. Helicobacter pylori infections in children. Antibiotics (Basel). 2023;12(9):1440.
  2. Parikh NS, Ahlawat R. Helicobacter pylori. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025.
  3. Homan M, Jones NL, Bontems P, Carroll MW, Czinn SJ, Gold BD, et al. Updated joint ESPGHAN/NASPGHAN guidelines for management of Helicobacter pylori infection in children and adolescents (2023). J Pediatr Gastroenterol Nutr. 2024. doi:10.1002/jpn3.12314.







Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan