Berita
Heat Stress pada Anak: Pencegahan dan Tata Laksana di Tengah Suhu Panas yang Meningkat

Latar Belakang
Beberapa negara di Eropa dilaporkan mengalami gelombang panas (heat wave) yang cukup ekstrem dalam beberapa waktu terakhir, dengan dampak kesehatan yang meluas pada populasi rentan. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa suhu ekstrem bukan sekadar ketidaknyamanan cuaca, melainkan ancaman kesehatan yang nyata. Di Indonesia sendiri, suhu udara turut menunjukkan peningkatan, dipicu oleh penguatan El Nino yang diperkirakan mencapai level kuat pada tahun ini, disertai musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dibandingkan rata-rata normalnya. (1) Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa kondisi panas yang dirasakan masyarakat Indonesia saat ini bukan tergolong gelombang panas, melainkan peningkatan suhu udara musiman yang masih dalam batas kewajaran iklim tropis. Meski secara definisi berbeda dari heatwave di wilayah subtropis, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh dengan asupan cairan yang cukup dan mengurangi aktivitas di bawah sinar matahari langsung pada siang hari. (2) Bagi dokter anak, kondisi ini penting untuk disikapi secara proaktif melalui edukasi pencegahan kepada keluarga, mengingat anak merupakan kelompok yang secara fisiologis lebih rentan mengalami heat stress dibandingkan populasi dewasa.
Definisi Heat Stress
Heat stress merujuk pada kondisi ketika tubuh menerima beban panas melebihi kapasitas mekanisme termoregulasi untuk mempertahankan suhu inti tubuh dalam rentang normal, yang dapat berkembang menjadi spektrum penyakit terkait panas mulai dari heat exhaustion hingga heat stroke yang mengancam jiwa. (3-5) Anak memiliki kerentanan khusus terhadap paparan panas, karena membutuhkan waktu lebih lama untuk beraklimatisasi dan lebih lambat memproduksi keringat sebagai mekanisme pendinginan. Suhu inti tubuh anak meningkat lebih cepat dan lebih tinggi dibandingkan orang dewasa, sehingga pengasuh sering kali terlambat menyadari tanda bahaya, sementara proporsi air dalam berat tubuh anak yang lebih besar turut meningkatkan risiko dehidrasi. (3)
Pencegahan Heat Stress
Pencegahan menjadi tata laksana definitif terhadap heat stress dan heat stroke. (5) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan lima area tindakan pencegahan yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Menghindari paparan panas berlebih
aktivitas berat di luar ruangan sebaiknya dihindari pada jam-jam terpanas, mengingat suhu yang dirasakan di bawah sinar matahari dapat 10–15°C lebih tinggi dibandingkan suhu di tempat teduh. Disarankan pula meluangkan 2–3 jam sehari di tempat sejuk serta tetap memantau peringatan resmi cuaca panas.
2. Menjaga suhu ruangan tetap sejuk.
Jendela dibuka pada malam hari ketika suhu luar lebih rendah dari suhu dalam ruangan, kemudian ditutup dan dilindungi tirai pada siang hari untuk menghalau sinar matahari langsung. Kipas angin listrik hanya efektif digunakan bila suhu di bawah 40°C, karena di atas suhu tersebut kipas justru dapat meningkatkan panas tubuh. Bila menggunakan pendingin ruangan, termostat dapat diatur pada 27°C disertai kipas angin untuk memberikan efek sejuk tambahan.
3. Menjaga tubuh tetap sejuk dan terhidrasi.
Pakaian dan seprai yang ringan serta longgar dianjurkan, disertai mandi atau membasahi kulit dengan kain lembap secara berkala. Asupan cairan perlu dijaga secara teratur, yakni sekitar satu gelas air per jam atau minimal 2–3 liter per hari, disertai perhatian khusus terhadap individu rentan dalam lingkungan terdekat.
4. Perlindungan khusus bagi bayi dan anak.
Anak tidak boleh ditinggalkan sendiri di dalam kendaraan yang terparkir dalam kondisi apa pun, karena suhu di dalamnya dapat meningkat secara berbahaya dalam waktu singkat. Paparan sinar matahari langsung pada jam puncak sebaiknya dihindari dengan mencari tempat teduh atau tetap berada di dalam ruangan. Kereta bayi tidak boleh ditutup dengan kain kering karena justru meningkatkan suhu di dalamnya; sebagai gantinya, dapat digunakan kain tipis yang dibasahi secara berkala, dikombinasikan dengan kipas portabel. Anak sebaiknya mengenakan pakaian ringan dan longgar yang tetap menutupi kulit, serta dilengkapi topi bertepi lebar, kacamata hitam, dan tabir surya.
5. Kewaspadaan terhadap risiko tenggelam.
Anak cenderung ingin berenang ketika cuaca panas. Pastikan anak tidak boleh berenang tanpa pengawasan selama cuaca panas. (4)
Tata Laksana Heat Stroke
Apabila pencegahan tidak berhasil dan anak menunjukkan gejala disfungsi susunan saraf pusat seperti kebingungan, ataksia, atau kejang disertai suhu tubuh yang umumnya melebihi 40°C, kondisi ini mengarah pada heat stroke yang memerlukan penanganan segera. (5) Tata laksana dimulai dengan memastikan jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi adekuat, diikuti pendinginan cepat sebagai modalitas utama, seperti perendaman air es, kompres es pada area lipat paha atau aksila, maupun pendinginan evaporatif menggunakan kipas dengan cairan salin dingin pada kulit. (5) Suhu inti perlu dipantau secara kontinu melalui probe rektal atau esofagus, dan tindakan pendinginan dihentikan setelah suhu mencapai 38–39°C. (5) Rehidrasi yang adekuat turut diperlukan tanpa mengoreksi natrium secara berlebihan, sementara penggunaan antipiretik tidak memiliki peran dalam tata laksana heat stroke dan berpotensi toksik bagi hati. (5) Pemantauan lanjutan diperlukan mengingat disfungsi multiorgan dapat menetap meski suhu tubuh telah kembali normal.
Kesimpulan dan Penutup
Peningkatan suhu udara yang terjadi di Indonesia, meskipun secara definisi belum memenuhi kriteria gelombang panas, tetap membawa risiko kesehatan yang bermakna bagi anak akibat keterbatasan kapasitas termoregulasi mereka. Edukasi pencegahan yang konsisten mengenai penghindaran paparan panas, menjaga kesejukan lingkungan rumah, hidrasi adekuat, serta perlindungan khusus bagi bayi dan anak menjadi lini pertama yang paling efektif untuk mencegah heat stress. Dokter anak perlu mampu mengenali tanda peringatan dini menuju heat stroke dan menginisiasi pendinginan cepat tanpa penundaan, mengingat kecepatan penanganan berbanding lurus dengan luaran klinis pasien.
Referensi
- Damiana. Suhu Panas Mendidih-El Nino Kuat Hantam RI, BMKG Ingatkan Wilayah Ini. CNBC Indonesia [Internet]. 2026 Jul 3. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260703155208-4-747894/suhu-panas-mendidih-el-nino-kuat-hantam-ri-bmkg-ingatkan-wilayah-ini
- Prihatini Z. BMKG Pastikan Indonesia Tak Dilanda Gelombang Panas. Kompas.com [Internet]. 2026 Mar 17. Available from: https://lestari.kompas.com/read/2026/03/17/143403886/bmkg-pastikan-indonesia-tak-dilanda-gelombang-panas
- UNICEF. Heat waves and how they impact children [Internet]. Available from: https://www.unicef.org/stories/heat-waves-impact-children
- World Health Organization. Heatwaves: how to stay cool [Internet]. Available from: https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/heatwaves-how-to-stay-cool
- Morris A, Patel G. Heat Stroke. [Updated 2023 Feb 13]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537135/

