Dot Grid
Beranda/Berita & Artikel/ Artikel Detail

Berita

​Hari Kanker Anak Sedunia 2026

16 Januari 2026

Ditulis oleh dr. Afiah Salsabila

​Hari Kanker Anak Sedunia 2026

“Hari Kanker Sedunia merupakan pengingat penting bahwa kanker anak masih menjadi tantangan kesehatan global dengan kesenjangan luaran yang signifikan antarnegara. Kanker anak memiliki karakteristik biologis dan klinis yang khas, dengan potensi kesembuhan tinggi bila dikenali dan ditangani secara tepat waktu. Dokter anak memegang peran sentral dalam meningkatkan awareness, mempercepat diagnosis.”

Hari Kanker Sedunia yang diperingati pada tanggal 15 Januari silam  menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran global terhadap beban kanker, termasuk kanker pada anak yang masih sering terabaikan. Secara global, diperkirakan lebih dari 400.000 anak didiagnosis kanker setiap tahun, dengan mayoritas kasus terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Ketimpangan hasil pengobatan masih sangat nyata, di mana angka kesintasan anak dengan kanker dapat melebihi 80% di negara berpenghasilan tinggi, tetapi hanya sekitar 20–30% di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah . (1,2)

International Childhood Cancer Day menekankan bahwa kanker anak bukan hanya masalah klinis, tetapi juga masalah kesehatan masyarakat. Keterlambatan diagnosis, keterbatasan akses terapi, serta kurangnya sistem rujukan yang efektif menjadi faktor utama tingginya mortalitas kanker anak. Oleh karena itu, peningkatan awareness di kalangan tenaga kesehatan, khususnya dokter anak, merupakan langkah krusial dalam memperbaiki luaran klinis dan menurunkan beban penyakit jangka panjang . (1)

Spektrum Kanker Anak dan Karakteristik Klinis

Kanker anak berbeda secara biologis dan klinis dibandingkan kanker pada dewasa. Mayoritas kanker anak berasal dari jaringan embrional dan sel prekursor, dengan perjalanan penyakit yang umumnya lebih agresif namun responsif terhadap terapi bila ditangani secara tepat waktu. Enam jenis kanker anak yang paling sering dan menjadi fokus inisiatif global WHO mencakup leukemia limfoblastik akut, limfoma Burkitt, limfoma Hodgkin, retinoblastoma, tumor Wilms, dan glioma derajat rendah . (2)

Leukemia limfoblastik akut merupakan kanker anak tersering dan menyumbang sekitar 50–60% dari seluruh keganasan pediatrik. Penyakit ini berasal dari transformasi maligna prekursor limfoid dan ditandai oleh proliferasi sel blast di sumsum tulang. Meskipun bersifat agresif, ALL memiliki tingkat kesembuhan tinggi bila didiagnosis dini dan diobati dengan protokol standar. Faktor risiko meliputi kelainan genetik tertentu dan paparan lingkungan, meskipun sebagian besar kasus bersifat sporadik . (2)

Limfoma Burkitt merupakan limfoma non-Hodgkin derajat tinggi yang tumbuh sangat cepat dan lebih sering ditemukan di negara berpenghasilan rendah. Penyakit ini memiliki predileksi pada jaringan limfoid dan organ abdominal, dengan patogenesis yang sering berkaitan dengan infeksi virus Epstein–Barr. Limfoma Hodgkin, yang lebih sering terjadi pada remaja, umumnya memiliki perjalanan penyakit yang lebih lambat dan prognosis yang sangat baik dengan terapi yang adekuat . (2,3)

Retinoblastoma adalah kanker mata pada anak yang berasal dari retina dan sering didiagnosis pada usia dini. Penyakit ini dapat bersifat unilateral atau bilateral dan berhubungan dengan mutasi gen RB1. Deteksi dini sangat penting untuk menyelamatkan penglihatan dan kehidupan pasien. Tumor Wilms merupakan keganasan ginjal pada anak yang biasanya terdiagnosis sebelum usia lima tahun dan memiliki tingkat kesembuhan tinggi bila ditangani secara komprehensif . (2,3)

Glioma derajat rendah merupakan tumor otak yang paling sering pada anak. Meskipun umumnya tidak bermetastasis, tumor ini dapat menimbulkan morbiditas jangka panjang akibat lokasi dan dampaknya terhadap fungsi neurologis. Patogenesisnya melibatkan perubahan molekuler yang berbeda dari glioma pada dewasa . (2)

Beban Penyakit dan Faktor Risiko

Beban kanker anak tidak hanya tercermin dari angka mortalitas, tetapi juga dari dampak jangka panjang berupa disabilitas, gangguan tumbuh kembang, serta beban psikososial dan ekonomi keluarga. Faktor risiko kanker anak sebagian besar tidak dapat dimodifikasi dan meliputi faktor genetik, kelainan kongenital, serta paparan lingkungan tertentu. Berbeda dengan kanker dewasa, faktor gaya hidup berperan minimal . (2,3)

WHO menegaskan bahwa sebagian besar kematian akibat kanker anak sebenarnya dapat dicegah melalui diagnosis dini, akses terapi esensial, dan sistem kesehatan yang kuat. Inisiatif Global WHO untuk Kanker Anak menargetkan peningkatan angka kesintasan global hingga minimal 60% pada tahun 2030 . (2)

Kesimpulan dan Penutup

Hari Kanker Sedunia merupakan pengingat penting bahwa kanker anak masih menjadi tantangan kesehatan global dengan kesenjangan luaran yang signifikan antarnegara. Kanker anak memiliki karakteristik biologis dan klinis yang khas, dengan potensi kesembuhan tinggi bila dikenali dan ditangani secara tepat waktu. Dokter anak memegang peran sentral dalam meningkatkan awareness, mempercepat diagnosis, dan memastikan rujukan yang adekuat. Upaya kolektif untuk memperkuat sistem layanan kanker anak merupakan langkah esensial dalam menurunkan beban penyakit dan meningkatkan kualitas hidup anak dengan kanker.

FAQ

Apa saja jenis kanker yang paling sering ditemukan pada anak?

Enam jenis kanker anak yang menjadi fokus inisiatif global WHO meliputi leukemia limfoblastik akut (ALL), limfoma Burkitt, limfoma Hodgkin, retinoblastoma, tumor Wilms, dan glioma derajat rendah. ALL merupakan kanker anak yang paling sering ditemukan. (2)

Mengapa kanker anak perlu didiagnosis sedini mungkin?

Kanker anak umumnya memiliki perjalanan penyakit yang agresif, tetapi banyak jenisnya responsif terhadap terapi bila dikenali dan ditangani secara tepat waktu. Keterlambatan diagnosis dan akses terapi merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap tingginya mortalitas kanker anak, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah. (1,2)

Apakah kanker pada anak dapat dicegah seperti kanker pada orang dewasa?

Sebagian besar faktor risiko kanker anak tidak dapat dimodifikasi, seperti faktor genetik dan kelainan kongenital, sementara faktor gaya hidup memiliki peran yang lebih minimal dibandingkan pada kanker dewasa. Karena itu, upaya menurunkan mortalitas lebih menitikberatkan pada diagnosis dini, akses terhadap terapi esensial, dan sistem rujukan yang efektif. (2,3)

Mengapa angka kesintasan kanker anak berbeda antarnegara?

Kesenjangan luaran berkaitan antara lain dengan keterlambatan diagnosis, keterbatasan akses terhadap terapi, dan sistem rujukan yang belum optimal. Angka kesintasan kanker anak dapat melebihi 80% di negara berpenghasilan tinggi, tetapi masih sekitar 20–30% di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah. (1,2)

Apa target WHO dalam meningkatkan kesintasan kanker anak?

Melalui WHO Global Initiative for Childhood Cancer, WHO menargetkan angka kesintasan global kanker anak mencapai setidaknya 60% pada tahun 2030. Upaya ini menekankan pentingnya diagnosis dini, akses terhadap terapi esensial, dan penguatan sistem kesehatan. (2)

Ikuti akun Instagram @official.primapro untuk mendapatkan update informasi terkait ilmu pediatri klinis, webinar dan seminar SKP. Dapatkan juga informasi terkait RME dan supply vaksin di www.primacarehealth.co.id.

Daftar Pustaka

  1. International Childhood Cancer Day. International Childhood Cancer Day. Available from: https://internationalchildhoodcancerday.org/
  2. World Health Organization. WHO Global Initiative for Childhood Cancer: An Overview. Geneva: WHO; 2021.

Artikel Terkait


Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan