Berita
Hantavirus: COVID-19 Berikutnya?

Wabah di Atas Kapal Pesiar
Pada awal Mei 2026, dunia dikejutkan oleh wabah hantavirus di atas kapal pesiar MV Hondius, sebuah kapal berbendera Belanda yang berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026. Per 8 Mei 2026, WHO melaporkan delapan kasus, enam dikonfirmasi laboratorium, dengan tiga kematian dan case fatality rate (CFR) 38%. Seluruh kasus terkonfirmasi teridentifikasi sebagai Andes virus (ANDV), satu-satunya spesies hantavirus yang diketahui mampu menular antar manusia.(1-4)
Hantavirus: Klasifikasi dan Manifestasi Klinis
Hantavirus adalah kelompok virus RNA zoonosis dari famili Hantaviridae dengan lebih dari 50 spesies yang teridentifikasi. (1,3) Secara klinis, virus ini menimbulkan dua sindrom utama yang berbeda secara geografis: Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) di kawasan Amerika, dengan gambaran gagal napas akut progresif dan CFR hingga 50%, serta Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) di Eropa dan Asia, yang bermanifestasi sebagai demam, perdarahan, dan gangguan ginjal akut. (5,6) Spesies dominan di Amerika adalah Sin Nombre virus dan Andes virus; di Eropa didominasi Puumala dan Dobrava-Belgrade virus; sedangkan di Asia, Hantaan dan Seoul virus menjadi penyebab utama.(1)
Penularan kepada manusia umumnya terjadi melalui inhalasi aerosol yang terkontaminasi urin, feses, atau saliva hewan pengerat yang terinfeksi. (1) Andes virus menjadi pengecualian penting: ia satu-satunya hantavirus dengan dokumentasi transmisi terbatas antarmanusia, terutama melalui kontak fisik erat dan berkepanjangan. (3) Tidak terdapat terapi antiviral spesifik maupun vaksin yang tersedia luas; tata laksana bersifat suportif dengan penekanan pada perawatan ICU dini.(1,5)
Respons WHO: Terkendali, Bukan Pandemi Baru
WHO mengaktifkan respons internasional sejak 2 Mei 2026 melalui jalur IHR 2005, mendeploy pakar medis ke atas kapal, mendistribusikan 2.500 kit diagnostik ke lima negara, dan mengkoordinasikan contact tracing lintas batas. (7) Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros menegaskan: "This is not another COVID," sementara Dr. Maria Van Kerkhove menjelaskan bahwa transmisi antarmanusia hantavirus membutuhkan kontak fisik yang sangat erat, berbeda fundamental dari mekanisme penyebaran SARS-CoV-2 maupun influenza. (3,7) WHO menilai risiko terhadap populasi umum global saat ini rendah.(7,8)
Hantavirus di Indonesia: Seoul Virus, Bukan Andes Virus
Hantavirus bukan patogen asing bagi Indonesia. Kemenkes RI mencatat 23 kasus konfirmasi sepanjang 2024 hingga minggu ke-16 tahun 2026, tersebar di sembilan provinsi, dengan DKI Jakarta dan DI Yogyakarta sebagai wilayah terdampak terbanyak (masing-masing enam kasus). Dari 23 kasus tersebut, 20 pasien sembuh dan tiga meninggal (CFR 13%). Kemenkes juga mencatat bahwa hantavirus telah teridentifikasi pada populasi tikus di 29 provinsi, mengindikasikan sirkulasi virus yang jauh lebih luas dari jumlah kasus klinis yang terdeteksi.(10)
Namun, perlu ditekankan bahwa seluruh kasus konfirmasi di Indonesia disebabkan oleh Seoul virus (SEOV), bukan Andes virus. (9,10) Seoul virus ditularkan oleh tikus rumah (Rattus rattus dan Rattus norvegicus) dan menyebabkan HFRS, bukan sindrom pulmoner. Pakar infeksi tropik IDAI, Prof. Dominicus Husada, menegaskan bahwa Andes virus belum pernah ditemukan di Indonesia, karena reservoir utamanya tidak terdapat di Asia Tenggara. (10)
Kesimpulan
Wabah MV Hondius merupakan pengingat bahwa hantavirus, meski langka, adalah ancaman nyata dengan morbiditas dan mortalitas tinggi. (3) Bagi dokter anak Indonesia, dua hal perlu diperhatikan: pertama, hantavirus strain Seoul virus telah bersirkulasi aktif di dalam negeri dan harus masuk dalam diagnosis banding demam akut dengan riwayat kontak tikus, mengingat kemiripan gejalanya dengan dengue, tifoid, dan leptospirosis; kedua, risiko importasi kasus HPS tipe Andes virus dari pelancong yang baru kembali dari Amerika Selatan perlu diwaspadai meski dikategorikan sedang. (9) Tidak adanya terapi spesifik menjadikan kewaspadaan klinis, diagnosis dini, dan tata laksana suportif agresif sebagai pilar utama. (1,7)
Referensi
1. World Health Organization. Hantavirus [Fact sheet]. Geneva: WHO; 2026 [cited 2026 May 11]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hantavirus
2. Tempo English. WHO confirms 6th hantavirus case linked to cruise ship [Internet]. 2026 [cited 2026 May 11]. Available from: https://en.tempo.co/read/2102697/who-confirms-6th-hantavirus-case-linked-to-cruise-ship
3. Associated Press. Hantavirus South Africa cruise ship WHO [Internet]. 2026 [cited 2026 May 11]. Available from: https://apnews.com/article/hantavirus-south-africa-cruise-ship-who-4c9215a2bd7cd34a743b2a31323c7e18
4. CNN. Hantavirus cruise outbreak live news [Internet]. 2026 May 10 [cited 2026 May 11]. Available from: https://edition.cnn.com/2026/05/10/health/live-news/hantavirus-cruise-outbreak
5. Moore RA, Griffen D. Hantavirus Pulmonary Syndrome. [Updated 2024 Apr 20]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513243/
6. Rout P, Anjum F. Hemorrhagic Fever Renal Syndrome. [Updated 2023 Nov 5]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560660/
7. UN News. WHO response to hantavirus cases linked to a cruise ship [Internet]. 2026 May [cited 2026 May 11]. Available from: https://news.un.org/en/story/2026/05/1167458
8. Christensen J. What the numbers tell us about hantavirus. CNN [Internet]. 2026 May 8 [cited 2026 May 11]. Available from: https://edition.cnn.com/2026/05/08/health/hantavirus-by-the-numbers
9. Detikhealth. Hantavirus juga ada di RI, Kemenkes catat 23 kasus dalam 3 tahun terakhir [Internet]. 2026 [cited 2026 May 11]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8479697/hantavirus-juga-ada-di-ri-kemenkes-catat-23-kasus-dalam-3-tahun-terakhir
10. CNN Indonesia. Ahli: Jenis Hantavirus di MV Hondius tak pernah ditemukan di RI [Internet]. 2026 May 9 [cited 2026 May 11]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260509142514-255-1356877/ahli-jenis-hantavirus-di-mv-hondias-tak-pernah-ditemukan-di-ri

