Berita
Grasping Reflex pada Bayi: Apa Artinya bagi Perkembangan Anak?
3 Juni 2026
Ditulis oleh dr. Afiah Salsabila

Refleks primitif merupakan respons motorik involunter yang dimediasi oleh batang otak dan struktur subkortikal, muncul sejak masa fetal dan neonatal, lalu secara bertahap terintegrasi seiring terjadinya maturasi sistem saraf pusat. Refleks ini berperan penting dalam penilaian neurologis awal bayi karena dapat memberikan gambaran mengenai maturitas dan integritas jaras neurologis. Salah satu kelompok refleks primitif yang penting untuk dikenali adalah grasp reflex, yang terdiri atas palmar grasp reflex dan plantar grasp reflex.
Palmar grasp reflex didefinisikan sebagai refleks menggenggam involunter yang muncul ketika tekanan diberikan pada aspek palmar tangan bayi. Respons yang dihasilkan berupa fleksi cepat jari-jari sehingga bayi tampak menggenggam jari pemeriksa atau objek yang menyentuh telapak tangannya. Palmar reflex dimediasi oleh segmen spinal servikal dan dipengaruhi oleh aktivitas supraspinal.
Refleks serupa juga terjadi pada kaki bernama plantar grasp reflex, yaitu respons terhadap stimulasi pada permukaan medial telapak kaki, terutama di area distal telapak dekat pangkal jari kaki. Refleks grasp palmar dan refleks grasp plantar memiliki mekanisme yang serupa, tetapi berbeda pada lokasi rangsangan dan jalur saraf yang terlibat. Jalur aferen dan eferen plantar grasp reflex dimediasi oleh akar saraf spinal L5–S2, dengan pusat refleks berada di segmen lumbosakral medula spinalis. Respons normal pada plantar grasp reflex berupa fleksi jari-jari kaki disertai perubahan bentuk telapak kaki sehingga permukaan plantar tampak membentuk lekukan atau cekungan menyerupai mangkuk (cup-shaped indentation). Keduanya mencerminkan integritas fungsi neurologis awal dan maturasi sistem saraf pada bayi.
Secara perkembangan, grasp reflex mulai muncul sejak masa intrauterin sekitar usia gestasi 16–28 minggu dan umumnya sudah dapat dinilai saat lahir pada neonatus cukup bulan. Refleks ini mencapai respons optimal pada periode neonatal awal dan secara fisiologis mulai berkurang pada usia sekitar 2–4 bulan, dengan integrasi lengkap umumnya terjadi pada usia 5–6 bulan. Hilangnya refleks ini bertepatan dengan maturasi kortikospinal dan perkembangan kontrol motorik volunter tangan.
Fungsi grasp reflex tidak hanya terbatas pada penilaian maturitas neurologis. Dari sisi klinis, refleks ini memiliki tiga peran utama. Pertama, refleks ini berfungsi sebagai indikator proses patologis neurologis, karena abnormalitas respons dapat menunjukkan gangguan sistem saraf pusat maupun perifer. Kedua, refleks ini diduga memiliki peran evolusioner dan perkembangan perilaku dalam mendukung ikatan, atau bonding antara bayi dan pengasuh melalui kontak fisik dan stimulasi sensorik. Ketiga, integrasi refleks ini penting untuk mempersiapkan perkembangan kemampuan motorik halus, terutama transisi menuju voluntary grasping dan manipulasi objek yang lebih kompleks.
Interpretasi klinis grasp reflex harus mempertimbangkan waktu muncul, kekuatan respons, simetri, serta waktu integrasinya. Tidak munculnya grasp reflex pada periode neonatal dapat mengarah pada gangguan neurologis atau muskuloskeletal tertentu. Grasp reflex yang lemah dapat mengindikasikan gangguan saraf perifer seperti cedera akar saraf, pleksus, atau medula spinalis. Refleks ini sebenarnya sudah muncul sejak masa fetal dan tetap dapat diamati pada bayi prematur dengan pola perkembangan yang serupa dengan bayi cukup bulan. (1)
Persistensi grasp reflex melebihi usia fisiologis juga memiliki makna klinis penting. Refleks yang tetap bertahan setelah usia 6 bulan dapat mengindikasikan gangguan maturasi kortikal atau lesi traktus kortikospinal. Kondisi neurologis yang perlu dipertimbangkan antara lain cerebral palsy, terutama tipe spastik, gangguan perkembangan neurologis global, serta lesi upper motor neuron. Persistensi primitive reflex sering kali berkorelasi dengan keterlambatan perkembangan motorik halus dan gangguan fungsi tangan di kemudian hari. Munculnya kembali grasp reflex pada dewasa dapat mengarah pada lesi kortikal frontal akibat hilangnya inhibisi kortikal, misalnya pada stroke.
Sebaliknya, refleks yang terlalu cepat menghilang sebelum usia fisiologis juga dapat mencerminkan gangguan neurologis sentral yang menyebabkan hilangnya modulasi refleks normal. Oleh karena itu, interpretasi refleks harus selalu dilakukan dalam konteks pemeriksaan neurologis komprehensif dan evaluasi milestone perkembangan anak.
Sebagai kesimpulan, grasp reflex merupakan salah satu refleks primitif yang memiliki nilai diagnostik tinggi dalam praktik pediatri. Selain mencerminkan maturitas neurologis awal, refleks ini juga membantu mengidentifikasi gangguan neurologis sentral maupun perifer serta memantau integrasi perkembangan motorik bayi. Penilaian sistematis terhadap onset, kualitas respons, simetri, dan waktu integrasi refleks perlu menjadi bagian integral dari pemeriksaan neurologis rutin pada bayi dan anak usia dini untuk mendukung deteksi dini gangguan perkembangan neurologis.
Daftar Pustaka
- StatPearls Publishing. Palmar Grasp Reflex. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2024. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK553125/
- Futagi Y, Suzuki Y. Neural mechanism and clinical significance of the plantar grasp reflex in infants. Pediatr Neurol. 2010;43(2):81–86. doi:10.1016/j.pediatrneurol.2010.04.002




