Berita
Dokter Internship Meninggal Saat Bertugas, Kemenkes Lakukan Investigasi
6 Mei 2026
Ditulis oleh dr. Afiah Salsabila

JAKARTA — dr. MAA (25), dokter internship lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, dinyatakan meninggal dunia pada 1 Mei 2026 pukul 11.20 WIB setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Ia bertugas di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi. Kementerian Kesehatan menyatakan telah memulai investigasi komprehensif atas kasus ini. (1)
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Azhar Jaya, Minggu (3/5/2026), menyatakan bahwa investigasi mencakup pelayanan medis, tata kelola wahana internship, beban kerja, serta mekanisme pendampingan peserta. Jika ditemukan pelanggaran, Azhar menegaskan bahwa pendamping, pembimbing program, wakil direktur medis, kepala bagian SDM, hingga direktur rumah sakit dapat dimintai pertanggungjawaban. (1)
Kronologi Sakit Hingga Meninggal
Sebelum menjalani penugasan, kondisi kesehatan dr. MAA dinyatakan baik: tidak ada riwayat penyakit paru, dan hasil rontgen serta laboratorium menunjukkan kelayakan untuk mengikuti program internship. Selama bertugas, ia dilaporkan hanya menyebut kepada keluarga bahwa jadwal jaganya cukup padat. (2)
Gejala yang kemudian muncul meliputi sesak napas, demam, dan batuk. Saturasi oksigennya sempat turun di bawah 90 persen, bahkan mencapai 80 persen, sebelum ia dirujuk untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Kondisinya sempat membaik, namun gejala kembali muncul satu minggu kemudian. Saat masuk ICU, saturasi oksigennya sudah berada di bawah 70 persen dan ia memerlukan bantuan ventilator mekanik. Setelah tiga hari dalam perawatan intensif, dr. MAA dinyatakan meninggal dunia.(2)
Dugaan Beban Kerja Berlebih
Dalam surat resmi Ikatan Alumni FK Universitas Sriwijaya kepada Kementerian Kesehatan, disebutkan sejumlah dugaan pelanggaran dalam tata kelola internship yang dialami dr. MAA. Di antaranya beban kerja yang dinilai tidak manusiawi, yaitu tiga bulan tanpa hari libur di bangsal dan instalasi gawat darurat, serta pembiaran dokter internship bekerja tanpa supervisi dokter definitif, yang secara jelas melanggar ketentuan Kemenkes mengenai status dokter internship sebagai peserta magang, bukan tenaga tetap rumah sakit. dr. MAA juga dilaporkan tetap diminta menjalani jaga malam meski dalam kondisi sesak napas berat dan demam tinggi, dengan saturasi oksigen yang menyentuh 80 persen sebelum akhirnya mendapatkan penanganan yang layak. (3)
Selain itu, sejumlah oknum pembimbing disebut sengaja merahasiakan kondisi dr. MAA agar masa internshipnya tidak diperpanjang, disertai dugaan perundungan verbal terhadap peserta yang menyuarakan kondisi kesehatannya.(3)
Terkait hal ini, Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) melalui Ketuanya, Prof. Budi Iman Santoso, menegaskan bahwa setiap upaya menyalahkan korban, membungkam informasi, atau memberikan sanksi administratif kepada peserta yang menyuarakan keselamatan kerja harus dihentikan. Prof. Zainal Muttaqin dari MGBKI juga mencatat adanya pihak-pihak yang mengarahkan perhatian kepada kemungkinan penyakit penyerta almarhumah, alih-alih berfokus pada persoalan kelebihan beban kerja yang disuarakan para peserta internship. (4)
Kematian Keempat Dokter Internship di Tahun 2026
Ketua Umum PB IDI Slamet Budiarto menyatakan bahwa kasus ini menambah daftar kematian dokter internship sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, seorang dokter di Cianjur meninggal dengan komplikasi campak, seorang dokter di Rembang meninggal dengan dugaan anemia berat, dan seorang dokter di Denpasar meninggal akibat komplikasi demam berdarah dengue. Kemenkes sebelumnya menyatakan ketiga kematian tersebut tidak berkaitan dengan kelebihan beban kerja, namun PB IDI tetap mendorong adanya perbaikan menyeluruh terhadap pelaksanaan program internship. (1)
Sebagai tindak lanjut, Kemenkes membekukan sementara RSUD KH Daud Arif sebagai wahana internship sambil menunggu hasil evaluasi dan rekomendasi perbaikan. (1) Hasil investigasi juga akan digunakan sebagai dasar penguatan sistem secara nasional, mencakup skrining kesehatan, monitoring peserta, dan mekanisme perlindungan dokter internship. (1)
dr. MAA dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Simpang Pendagan, OKU Selatan, Sabtu (2/5/2026). (2) Keluarga menyatakan mendukung proses investigasi yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada Kementerian Kesehatan. (2)
Menjaga Diri di Tengah Sistem yang Belum Ideal
Di tengah proses evaluasi yang sedang berjalan, banyak dokter di lapangan tetap harus melanjutkan pelayanan dalam kondisi yang tidak selalu ideal. Dalam situasi ini, menjaga kondisi diri menjadi bagian dari upaya bertahan sekaligus memastikan keselamatan pasien.
Beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu dokter menjaga kondisi di tengah jadwal yang padat:
- Jaga hidrasi dan asupan nutrisi selama bertugas
- Kenali sinyal tubuh (lelah ekstrem, pusing, sesak) sebagai tanda perlu istirahat
- Ambil jeda singkat (micro-break) di sela aktivitas
- Lakukan teknik pernapasan dan relaksasi mengelola stres
- Sesuaikan kapasitas diri saat kondisi tidak optimal
- Jaga komunikasi dengan orang terdekat sebagai support system
Walaupun demikian, penting untuk disadari bahwa upaya-upaya tersebut tidak dapat menggantikan kebutuhan akan sistem kerja yang aman. Keselamatan tenaga medis tidak seharusnya dibebankan pada individu semata, tetapi harus dijamin melalui lingkungan kerja yang suportif dan bertanggung jawab. (5)
Penutup
Tim redaksi PrimaPro menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian dr. MAA. Bagi para dokter dan tenaga kesehatan yang kini tengah menjalani masa pengabdian di seluruh penjuru negeri, kasus ini menjadi pengingat bahwa keselamatan tenaga medis adalah prasyarat dari keselamatan pasien. Investigasi yang transparan, akuntabel, dan diikuti dengan perbaikan sistemik yang nyata adalah bentuk penghormatan terbaik yang dapat diberikan kepada almarhumah, sekaligus harapan bagi mereka yang masih melanjutkan perjuangan untuk sistem yang lebih manusiawi. (1,2,3,4)
Daftar Pustaka
- Arlinta D. Dokter Myta disebut kerja 3 bulan tanpa libur, Kemenkes: dilakukan investigasi. Kompas.id [Internet]. 3 Mei 2026 [dikutip 4 Mei 2026]. Tersedia dari: https://www.kompas.id/artikel/dokter-internship-meninggal-di-jambi-idi-desak-perbaikan-program-secara-menyeluruh
- Redaksi Tribunsumsel. Rangkuman fakta meninggalnya dr Myta Aprilia, kronologi sakit hingga dugaan beban kerja berat. TribunSumsel.com [Internet]. 3 Mei 2026 [dikutip 4 Mei 2026]. Tersedia dari: https://sumsel.tribunnews.com/palembang/1015746/rangkuman-fakta-meninggalnya-dr-myta-aprilia-kronologi-sakit-hingga-dugaan-beban-kerja-berat
- Uyung Pramudiarja AN. Gaduh dokter internship meninggal, MGBKI singgung 'victim blaming' dan intimidasi. detikHealth [Internet]. 3 Mei 2026 [dikutip 4 Mei 2026]. Tersedia dari: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8472399/gaduh-dokter-internship-meninggal-mgbki-singgung-victim-blaming-dan-intimidasi
- Redaksi CNN Indonesia. Kemenkes respons dokter internship meninggal diduga karena beban kerja. CNN Indonesia [Internet]. 2 Mei 2026 [dikutip 4 Mei 2026]. Tersedia dari: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260502173532-12-1354438/kemenkes-respons-dokter-internship-meninggal-diduga-karena-beban-kerja
- Inchingolo AD, Inchingolo AM, Fatone MC, Ferrante L, Casamassima L, Trilli I, Inchingolo F, Palermo A, Marinelli G, Dipalma G. Guidelines for Reducing the Adverse Effects of Shift Work on Nursing Staff: A Systematic Review. Healthcare. 2025; 13(17):2148. https://doi.org/10.3390/healthcare13172148




