Berita
Diagnosis Banding Nyeri Dada pada Anak

Nyeri dada merupakan keluhan yang sering diasosiasikan dengan penyakit jantung pada orang dewasa, namun kondisi ini juga dapat terjadi pada populasi pediatri. Berbeda dengan dewasa, etiologi nyeri dada pada anak sebagian besar bersifat non-kardiak dan sering berkaitan dengan sistem muskuloskeletal, respirasi, gastrointestinal, atau faktor psikogenik. Meskipun demikian, kemungkinan penyebab kardiak yang jarang tetapi berpotensi fatal tetap harus dipertimbangkan secara sistematis. Oleh karena itu, pendekatan diagnostik yang komprehensif diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab nyeri dada sekaligus menghindari pemeriksaan yang tidak perlu. (1)
Pendekatan Diagnostik
Evaluasi nyeri dada pada anak diawali dengan anamnesis mendalam yang menilai karakteristik nyeri menggunakan pendekatan SPQRST, yaitu singkatan dari Site (lokasi), Provocation/Palliation (pencetus/pereda), Quality (kualitas), Radiation (penjalaran), Severity (derajat), dan Time (waktu/pola nyeri). Riwayat aktivitas fisik, trauma, infeksi, riwayat keluarga penyakit jantung atau kematian mendadak, serta gejala penyerta seperti sinkop, palpitasi, atau dispnea menjadi komponen penting dalam penilaian risiko kardiak. Pemeriksaan fisik mencakup evaluasi tanda vital, auskultasi jantung dan paru, palpasi dinding dada, serta penilaian perfusi perifer. Pemeriksaan penunjang seperti elektrokardiografi, foto toraks, atau ekokardiografi dipertimbangkan berdasarkan temuan klinis dan faktor risiko. (1)
Trauma Dada dan Pneumotoraks
Riwayat trauma pada dinding dada, baik akibat cedera langsung saat olahraga, kecelakaan, maupun benturan ringan, juga harus dievaluasi secara sistematis dalam kasus nyeri dada pada anak. Trauma dapat menyebabkan kontusio dinding dada, fraktur iga, atau cedera jaringan lunak yang menimbulkan nyeri tajam dan terlokalisasi, biasanya memburuk dengan gerakan atau respirasi dalam. Selain itu, kemungkinan pneumotoraks, meskipun relatif jarang, perlu dipertimbangkan terutama pada remaja, anak dengan riwayat penyakit paru, atau pada kasus dengan onset nyeri dada mendadak yang disertai dispnea. Pneumotoraks spontan primer dapat terjadi tanpa trauma jelas, sering pada remaja laki-laki bertubuh tinggi dan kurus. Secara klinis, pasien dapat menunjukkan nyeri dada unilateral yang tajam, sesak napas akut, penurunan suara napas pada sisi terdampak, serta hipersonor pada perkusi. Identifikasi dini sangat penting karena pneumotoraks dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat seperti tension pneumothorax. Pada situasi ini, pemeriksaan foto toraks menjadi krusial untuk konfirmasi diagnosis dan penentuan tata laksana lebih lanjut . (1)
Penyebab Muskuloskeletal
Penyebab muskuloskeletal merupakan etiologi paling sering nyeri dada pada anak, termasuk costochondritis dan nyeri dinding dada akibat strain otot. Nyeri biasanya bersifat tajam, terlokalisasi, dan dapat diprovokasi dengan palpasi atau pergerakan. Nyeri etiologi muskuloskeletal sering memiliki karakteristik hilang timbul, tidak berkaitan dengan aktivitas aerobik, dan tidak disertai gejala sistemik. Riwayat trauma ringan atau aktivitas fisik berlebihan dapat mendukung diagnosis ini. Karakteristik tersebut membantu membedakan nyeri muskuloskeletal dari etiologi kardiak. (1)
Penyebab Kardiak
Penyebab kardiak seperti perikarditis, miokarditis, atau aritmia perlu dipertimbangkan meskipun jarang. Nyeri dada kardiak biasanya memiliki karakteristik menekan atau terasa berat, dapat disertai dispnea, sinkop, atau palpitasi, serta berkaitan dengan aktivitas fisik. Pada perikarditis, nyeri bersifat tajam, memburuk saat berbaring, dan membaik saat duduk condong ke depan. Miokarditis dapat disertai gejala infeksi sebelumnya serta tanda gagal jantung. SPQRST yang menunjukkan nyeri menetap, berhubungan dengan aktivitas, atau disertai gejala sistemik meningkatkan kecurigaan etiologi kardiak dan memerlukan evaluasi lebih lanjut. (1)
Penyebab Respirasi
Etiologi respirasi seperti asma, pneumonia, atau pleuritis dapat menyebabkan nyeri dada melalui inflamasi saluran napas atau pleura. Nyeri biasanya berhubungan dengan respirasi, batuk, atau demam. Nyeri bersifat tajam dan memburuk saat inspirasi dalam. Pemeriksaan fisik dapat menunjukkan wheezing, ronki, atau penurunan suara napas. Riwayat infeksi saluran napas atau gejala respirasi lain memperkuat kecurigaan penyebab pulmonal. (1)
Penyebab Gastrointestinal
Gangguan gastrointestinal seperti refluks gastroesofageal atau esofagitis juga dapat menimbulkan nyeri dada. Nyeri sering bersifat terbakar, berhubungan dengan makan atau posisi berbaring, serta dapat disertai regurgitasi atau nyeri epigastrium. Pendekatan dengan menmonik SPQRST membantu mengidentifikasi nyeri yang berkaitan dengan makanan dan tidak dipengaruhi aktivitas fisik. Karakteristik ini mendukung etiologi gastrointestinal dibandingkan penyebab kardiak. (1)
Penyebab Psikogenik
Faktor psikologis seperti kecemasan atau stres dapat memanifestasikan nyeri dada pada anak. Nyeri sering bersifat tidak spesifik, intermiten, dan tidak berkaitan dengan aktivitas fisik. SPQRST menunjukkan variasi lokasi dan kualitas nyeri serta hubungan dengan situasi emosional. Evaluasi menyeluruh penting untuk menghindari overinvestigasi sekaligus memberikan reassurance dan dukungan psikososial. (1)
Kesimpulan dan Penutup
Nyeri dada pada anak merupakan keluhan dengan spektrum etiologi luas, dengan sebagian besar kasus bersifat non-kardiak. Pendekatan diagnostik berbasis anamnesis terstruktur, pemeriksaan fisik menyeluruh, serta seleksi pemeriksaan penunjang yang tepat memungkinkan identifikasi penyebab secara efisien. Karakteristik nyeri melalui pendekatan SPQRST membantu membedakan etiologi kardiak dari non-kardiak, terutama muskuloskeletal, respirasi, gastrointestinal, dan psikogenik. Meskipun penyebab kardiak jarang, identifikasi tanda bahaya tetap krusial untuk mencegah keterlambatan diagnosis kondisi serius. Peran dokter anak dalam memberikan evaluasi komprehensif dan reassurance kepada keluarga menjadi kunci dalam tata laksana nyeri dada pada populasi pediatri.
Daftar Pustaka
Fogliazza F, Cifaldi M, Antoniol G, Canducci N, Esposito S. Approaches to Pediatric Chest Pain: A Narrative Review. J Clin Med. 2024;13(22):6659.

