Berita
Dampak Penggunaan Teknologi Berlebih oleh Orang Tua terhadap Perkembangan Anak
22 Januari 2026
Ditulis oleh dr. Afiah Salsabila

“Bukti ilmiah terkini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi berlebih oleh orang tua, khususnya ketika berinteraksi dengan anak, merupakan faktor risiko yang bermakna terhadap berbagai luaran perkembangan anak. Technoference berhubungan dengan peningkatan masalah perilaku, penggunaan media yang bermasalah pada anak, serta potensi dampak negatif pada perkembangan bahasa dan kesejahteraan emosional, terutama pada.”
Dalam 10 tahun terakhir penggunaan teknologi digital dalam kehidupan keluarga meningkat pesat. Ponsel pintar, tablet, dan perangkat digital lain kini menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas harian orang tua. Seiring dengan itu, muncul perhatian ilmiah terhadap fenomena technoference, yaitu gangguan interaksi orang tua–anak akibat keterlibatan orang tua dengan perangkat teknologi. Bukti ilmiah terbaru menunjukkan bahwa penggunaan teknologi yang berlebihan oleh orang tua, khususnya ketika berada di hadapan anak, dapat mengganggu proses pengasuhan dan berdampak negatif pada perkembangan anak, terutama pada aspek perilaku, emosi, dan penggunaan media anak itu sendiri . (1–3)
Bagi dokter anak, isu ini menjadi semakin relevan karena dampak technoference tidak hanya berkaitan dengan perilaku sesaat, tetapi juga berpotensi memengaruhi lintasan perkembangan anak dalam jangka panjang, terutama pada periode emas awal kehidupan.
Definisi dan Konsep Technoference
Istilah technoference pertama kali diperkenalkan untuk menggambarkan situasi ketika perhatian orang tua terhadap anak terganggu oleh penggunaan teknologi, seperti menerima pesan, menelusuri media sosial, atau melakukan panggilan telepon di tengah interaksi pengasuhan. Kondisi ini menyebabkan interaksi yang terputus-putus, respons orang tua yang tertunda atau tidak konsisten, serta berkurangnya kualitas keterlibatan emosional antara orang tua dan anak . (3)
Dalam konteks perkembangan anak, interaksi yang responsif dan konsisten merupakan fondasi penting bagi regulasi emosi, perkembangan bahasa, dan pembentukan perilaku adaptif. Technoference berpotensi mengganggu proses ini melalui mekanisme pengasuhan yang kurang sensitif dan berkurangnya stimulasi sosial yang bermakna. (1)
Dampak Technoference terhadap Anak: Bukti Ilmiah
Meta-analisis oleh Zhang dkk. menegaskan bahwa technoference orang tua memiliki hubungan yang bermakna dengan problematic media use pada anak. Analisis terhadap berbagai studi observasional menunjukkan bahwa semakin sering orang tua mengalami gangguan interaksi akibat teknologi, semakin tinggi risiko anak menunjukkan pola penggunaan media yang bermasalah, termasuk kesulitan menghentikan penggunaan gawai dan meningkatnya konflik terkait media. Hubungan ini bersifat konsisten lintas kelompok usia anak, dengan kekuatan asosiasi kecil hingga sedang, namun signifikan secara statistik . (1)
Selain itu, Zhang dkk. juga melaporkan bahwa technoference berhubungan dengan peningkatan masalah perilaku anak, seperti masalah atensi, perilaku eksternalisasi, dan kesulitan regulasi emosi. Temuan ini mendukung hipotesis bahwa anak dapat “meniru” pola keterikatan orang tua terhadap perangkat digital, sekaligus mengalami penurunan kualitas interaksi pengasuhan yang diperlukan untuk perkembangan kontrol diri . (1)
Bukti tambahan diperoleh dari tinjauan sistematis dan meta-analisis oleh Toledo-Vargas dan kolega yang memfokuskan pada penggunaan teknologi orang tua di hadapan anak usia dini. Studi ini menunjukkan bahwa paparan teknologi orang tua secara konsisten dikaitkan dengan luaran perkembangan yang kurang optimal, termasuk keterlambatan perkembangan bahasa, peningkatan masalah perilaku, serta indikator kesejahteraan emosional yang lebih rendah. Efek negatif ini paling jelas terlihat pada anak usia dini, periode ketika perkembangan otak sangat bergantung pada interaksi sosial langsung dan responsif . (2)
Mekanisme yang Mendasari Dampak Technoference
Secara teoretis, dampak technoference dapat dijelaskan melalui model pengasuhan responsif. Ketika perhatian orang tua teralihkan oleh perangkat digital, respons terhadap sinyal anak menjadi lebih lambat atau tidak konsisten. Hal ini dapat memicu frustrasi anak, meningkatkan perilaku mencari perhatian, serta mengganggu pembelajaran regulasi emosi. Dalam jangka panjang, pola interaksi seperti ini dapat berkontribusi pada masalah perilaku dan peningkatan ketergantungan anak terhadap media digital sebagai bentuk kompensasi . (3)
Selain itu, technoference juga dapat mengurangi kesempatan anak untuk belajar melalui observasi sosial dan komunikasi dua arah, yang penting bagi perkembangan bahasa dan keterampilan sosial.
Kesimpulan dan Penutup
Bukti ilmiah terkini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi berlebih oleh orang tua, khususnya ketika berinteraksi dengan anak, merupakan faktor risiko yang bermakna terhadap berbagai luaran perkembangan anak. Technoference berhubungan dengan peningkatan masalah perilaku, penggunaan media yang bermasalah pada anak, serta potensi dampak negatif pada perkembangan bahasa dan kesejahteraan emosional, terutama pada usia dini. Bagi dokter anak, pemahaman mengenai technoference penting untuk mendukung edukasi keluarga dan promosi praktik pengasuhan yang lebih responsif di era digital. Pendekatan preventif yang menekankan kualitas interaksi orang tua–anak, bukan sekadar pembatasan screen time anak, menjadi kunci dalam melindungi tumbuh kembang anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
FAQ
Apa itu technoference dalam pengasuhan anak?
Technoference adalah gangguan interaksi orang tua–anak akibat perhatian orang tua teralihkan oleh perangkat digital, misalnya saat membaca pesan, menggunakan media sosial, atau menerima panggilan ketika sedang bersama anak. Kondisi ini dapat membuat respons orang tua menjadi lebih lambat atau tidak konsisten dan mengurangi kualitas interaksi dengan anak. (3)
Apa dampak technoference terhadap perkembangan anak?
Technoference orang tua dikaitkan dengan masalah perilaku, kesulitan regulasi emosi, penggunaan media yang bermasalah, serta luaran perkembangan bahasa yang kurang optimal. Dampaknya terutama menjadi perhatian pada anak usia dini, ketika perkembangan sangat bergantung pada interaksi sosial yang langsung dan responsif. (1,2)
Apakah penggunaan gawai orang tua dapat memengaruhi kebiasaan screen time anak?
Bukti menunjukkan bahwa technoference orang tua berhubungan dengan peningkatan risiko problematic media use pada anak, seperti kesulitan menghentikan penggunaan gawai dan meningkatnya konflik terkait media. Anak juga dapat meniru pola keterikatan orang tua terhadap perangkat digital. (1)
Mengapa anak usia dini lebih rentan terhadap dampak technoference?
Pada usia dini, interaksi yang responsif, konsisten, dan dua arah berperan penting dalam perkembangan bahasa, regulasi emosi, dan keterampilan sosial. Ketika interaksi tersebut berulang kali terputus oleh penggunaan teknologi orang tua, kesempatan anak memperoleh stimulasi sosial yang bermakna dapat berkurang. (1,2)
Apakah edukasi penggunaan gawai dalam keluarga cukup berfokus pada screen time anak?
Tidak. Selain memperhatikan screen time anak, penting untuk mempertimbangkan bagaimana dan kapan orang tua menggunakan perangkat digital saat berinteraksi dengan anak. Bukti mengenai technoference menunjukkan bahwa kualitas interaksi orang tua–anak juga merupakan aspek penting dalam pengasuhan di era digital. (1–3)
Ikuti akun Instagram @official.primapro untuk mendapatkan update informasi terkait ilmu pediatri klinis, webinar dan seminar SKP. Dapatkan juga informasi terkait RME dan supply vaksin di www.primacarehealth.co.id.
Daftar Pustaka
- Zhang J, Zhang Q, Xiao B, Cao Y, Chen Y, Li Y. Parental Technoference and Child Problematic Media Use: Meta-Analysis. J Med Internet Res. 2025;27:e57636.
- Toledo-Vargas M, Chong KH, Maddren CI, Howard SJ, Wakefield B, Okely AD. Parental Technology Use in a Child's Presence and Health and Development in the Early Years: A Systematic Review and Meta-Analysis. JAMA Pediatr. 2025;179(7):730–737.
- McDaniel BT, Radesky JS. Technoference: Parent Distraction With Technology and Associations With Child Behavior Problems. Child Dev. 2018;89(1):100–109.




