Dot Grid

Berita

​Cuci Hidung pada Anak: Indikasi, Teknik, dan Keamanan Klinis

​Cuci Hidung pada Anak: Indikasi, Teknik, dan Keamanan Klinis

Cuci hidung atau nasal irrigation merupakan praktik terapeutik berupa pembilasan rongga hidung menggunakan larutan salin untuk membersihkan mukus, debris, dan patogen dari saluran napas atas. Tindakan ini telah direkomendasikan secara luas pada anak dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bagian atas, dengan bukti keamanan dan efikasi yang didukung oleh tinjauan sistematis. (1) Selain ISPA bagian atas, indikasi nasal irrigation turut mencakup rinosinusitis kronik (RSK), rinitis alergi, serta perawatan pascabedah sinonasal, dan tergolong rekomendasi berbasis bukti kuat dalam praktik klinis. (2)


Mekanisme Kerja dan Dasar Fisiologis

Saluran napas atas, khususnya rongga hidung dan nasofaring, merupakan pintu masuk utama paparan virus, bakteri, serta polutan udara sehingga rentan menjadi tempat kolonisasi patogen. Secara fisiologis, partikel asing tersebut mula-mula terperangkap dalam lapisan mukus yang melapisi epitel bersilia rongga hidung. Selanjutnya, epitel bersilia bergerak secara terkoordinasi menggerakkan lapisan mukus beserta partikel yang terperangkap tersebut menuju arah nasofaring, suatu proses yang dikenal sebagai transpor mukosiliar. Sekret yang telah mencapai nasofaring kemudian ditelan, sehingga patogen dan partikel asing tereliminasi dari saluran napas atas. (2)

Larutan salin yang diirigasikan bekerja pada rangkaian proses fisiologis tersebut dengan membasahi permukaan epitel hidung dan menurunkan viskositas mukus yang kental atau mengering akibat proses infeksi maupun inflamasi. Penurunan viskositas ini pada gilirannya meningkatkan efisiensi transpor mukosiliar, sehingga ingus, debris, dan patogen lebih efektif terbawa menuju nasofaring untuk kemudian ditelan. Hasil akhirnya adalah berkurangnya beban patogen dan obstruksi pada mukosa hidung, yang secara klinis termanifestasi sebagai perbaikan gejala hidung tersumbat dan kongesti nasal. (2)


Indikasi Klinis dan Bukti Efikasi

Pada ISPA bagian atas di anak, tinjauan sistematis menunjukkan bahwa saline nasal irrigation aman digunakan dan secara bermakna memperbaiki gejala rinologis, meskipun tidak memberikan perbaikan signifikan pada gejala saluran napas bawah. (1) Penggunaan jangka panjang juga dilaporkan menurunkan insidensi rinosinusitis akut berikutnya beserta komplikasinya. (1) Pada CRS, irigasi salin berperan sebagai terapi adjuvan yang efektif meredakan gejala sinonasal seperti kongesti, sekret purulen, dan nyeri wajah, baik digunakan tunggal maupun dikombinasikan dengan terapi farmakologis lain. (3) Pada kondisi pascaoperasi sinonasal maupun rinitis alergi, irigasi salin turut direkomendasikan sebagai bagian regimen perawatan rutin. (2)


Alat dan Teknik

Alat yang digunakan berupa larutan salin isotonik atau hipertonik dengan wadah irigasi seperti neti pot, botol semprot bertekanan rendah, atau alat irigasi bervolume besar. Prinsip teknik yang direkomendasikan adalah high volume, low pressure, karena irigasi bervolume besar dengan tekanan rendah terbukti mengoptimalkan distribusi dan daya bersih larutan di seluruh rongga hidung dibandingkan irigasi bervolume kecil bertekanan tinggi. (2)

Pada anak, teknik yang dianjurkan adalah metode fencing (posisi anggar), yang tergolong rekomendasi grade A dalam tata laksana berbagai kondisi pediatrik dan direkomendasikan pada anak berusia di atas 6 bulan, karena memerlukan refleks bernapas melalui mulut dan refleks batuk yang belum tentu terbentuk sempurna sebelum usia tersebut. (4) Tahapan pelaksanaan irigasi nasal dengan metode fencing adalah sebagai berikut. (4)

  1. Petugas kesehatan menilai kondisi umum anak, menanyakan kepada orang tua mengenai riwayat kunjungan medis terakhir serta terapi yang sedang berjalan, dan mengidentifikasi kemungkinan risiko seperti breath-holding spells atau penyakit refluks gastroesofageal yang memerlukan kewaspadaan lebih.
  2. Petugas kesehatan melakukan uji patensi jalan napas atas menggunakan uji Rosenthal (oral occlusion test) sebelum tindakan dilakukan. Uji ini dilakukan dengan meletakkan telapak tangan di bawah dagu anak untuk menutup mulut secara lembut, kemudian menghitung jumlah inspirasi nasal yang terjadi. Jalan napas atas dinyatakan paten sepenuhnya apabila anak mampu bernapas melalui hidung sebanyak 10 kali tanpa berusaha membuka mulut, tanpa tanda distres, dan tanpa peningkatan frekuensi denyut jantung. (4)
  3. Anak diposisikan pada bidang miring sekitar 30 derajat ke atas, dalam keadaan tenang dan kooperatif, serta dilakukan jauh dari waktu makan.
  4. Anak diimobilisasi dalam posisi anggar (fencer's position), yaitu kepala dipalingkan menjauhi petugas kesehatan dan tubuh distabilkan secara lembut tanpa penekanan berlebih.
  5. Larutan salin diinstilasikan ke dalam rongga hidung sesuai prinsip high volume, low pressure.
  6. Uji Rosenthal diulang kembali setelah tindakan selesai untuk menilai efektivitas irigasi dalam membebaskan jalan napas atas.

metode nasal irrigation.jpg

Gambar 1. Langkah-langkah melakukan cuci hidung pada anak, (a–c) irigasi pada sisi kontralateral; (d) mengeluarkan sekret dari kedua lubang hidung (bilateral nose blowing); (e dan f) verifikasi patensi jalan napas atas.


Kontraindikasi dan Efek Samping

Meskipun belum terdapat kontraindikasi absolut yang dilaporkan dalam literatur, nasal irrigation tidak dianjurkan pada anak dengan gangguan menelan, epistaksis aktif, atau kecurigaan benda asing di saluran napas atas. (4) Kewaspadaan lebih juga diperlukan pada anak dengan riwayat breath-holding spells atau penyakit refluks gastroesofageal. (4) Secara umum, prosedur ini dilaporkan aman dengan efek samping minimal berupa rasa tidak nyaman sementara. (1)


Kesimpulan

Cuci hidung merupakan intervensi non-farmakologis yang aman, murah, dan efektif untuk berbagai kondisi saluran napas atas pada anak, mulai dari ISPA atast hingga CRS. Prinsip teknik high volume low pressure serta metode fencing yang sesuai usia menjadi kunci keberhasilan dan keamanan tindakan ini. Edukasi teknik yang tepat kepada orang tua maupun tenaga kesehatan tetap diperlukan mengingat variasi praktik di lapangan masih tinggi.


Daftar Pustaka

  1. Cruz M, Roteia C, Marques Ferreira A, Barros R, Sevivas H, Gomes T, Bandeira AS. Nasal Irrigation With Saline Solution for Pediatric Acute Upper Respiratory Infections: A Systematic Review. Cureus. 2024 Dec 10;16(12):e75464.
  2. Pecoraro L, Di Muri E, Lezzi G, Picciolo S, De Musso M, Piazza M, Bosoni M, Indrio F. Nasal Irrigations: A 360-Degree View in Clinical Practice. Medicina (Kaunas). 2025 Aug 1;61(8):1402.
  3. Abdullah B, Periasamy C, Ismail R. Nasal Irrigation as Treatment in Sinonasal Symptoms Relief: A Review of Its Efficacy and Clinical Applications. Indian J Otolaryngol Head Neck Surg. 2019 Nov;71(Suppl 3):1718-1726.
  4. Paediatric nasal irrigation: The "fencing" method. [Internet]. ScienceDirect. Tersedia dari: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S187972962030185X



Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan