Dot Grid

Berita

​Buku Saku Digital Wellbeing: Sumber Edukasi Baru untuk Mendampingi Anak di Era Digital

​Buku Saku Digital Wellbeing: Sumber Edukasi Baru untuk Mendampingi Anak di Era Digital

Pendahuluan

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara anak dan remaja belajar, berinteraksi, serta mengakses informasi. Internet, media sosial, platform video, dan gim daring kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak. Meskipun teknologi menawarkan berbagai manfaat, penggunaan yang tidak tepat juga dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari paparan konten yang tidak sesuai usia, gangguan kesehatan mental, perundungan siber, hingga penggunaan gawai yang berlebihan. (1)

Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Google dan YouTube baru-baru ini meluncurkan Buku Saku Digital Wellbeing. Buku ini disusun untuk membantu orang tua, guru, dan masyarakat mendampingi anak dalam memanfaatkan teknologi secara sehat dan aman. (1)


Mengapa Buku Saku Ini Penting?

Saat ini, ruang digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan anak dan remaja. Aktivitas belajar, berkomunikasi dengan teman, mencari hiburan, hingga membangun identitas diri semakin banyak dilakukan melalui platform digital. Oleh karena itu, pendekatan yang hanya berfokus pada pembatasan akses teknologi tidak lagi memadai. Yang dibutuhkan adalah kemampuan orang tua dan pendidik untuk mendampingi anak dalam menggunakan teknologi secara bijak. . (2)

Buku Saku Digital Wellbeing hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut. Panduan ini dikembangkan sebagai sumber informasi praktis yang membantu keluarga memahami tantangan serta peluang yang muncul dalam penggunaan teknologi digital sehari-hari. (2)

Bagi dokter anak, keberadaan buku ini juga relevan karena penggunaan gawai dan internet kini semakin sering menjadi bagian dari diskusi klinis sehari-hari. Keluhan terkait gangguan tidur, kesulitan konsentrasi, penurunan aktivitas fisik, masalah perilaku, hingga konflik antara anak dan orang tua sering kali memiliki keterkaitan dengan pola penggunaan media digital.


Poin-Poin Penting dalam Buku Saku Digital Wellbeing

Salah satu pesan utama yang disampaikan dalam buku ini adalah bahwa tujuan perlindungan anak di ruang digital bukan untuk menjauhkan anak dari teknologi, melainkan memastikan mereka dapat memanfaatkannya secara aman, sehat, dan sesuai dengan tahap perkembangan usianya. (2)

Buku ini menekankan pentingnya keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi aktivitas digital anak. Pendampingan tidak hanya dilakukan melalui pengawasan, tetapi juga melalui komunikasi terbuka mengenai pengalaman anak saat menggunakan internet dan media sosial. Orang tua didorong untuk menjadi mitra diskusi yang dapat membantu anak memahami manfaat dan risiko yang ada di dunia digital. (2)

Selain itu, buku ini membahas pentingnya mengenali berbagai risiko yang dapat ditemui anak di ruang digital, seperti interaksi dengan orang asing, paparan konten yang tidak sesuai usia, perundungan siber, penyebaran informasi yang tidak akurat, serta penggunaan internet yang berlebihan. (2)

Panduan ini juga memperkenalkan berbagai strategi praktis untuk membangun kebiasaan digital yang sehat. Beberapa di antaranya meliputi pengaturan durasi penggunaan gawai, penerapan waktu bebas layar pada aktivitas tertentu, menjaga kualitas tidur dengan membatasi penggunaan perangkat sebelum tidur, serta memanfaatkan fitur-fitur digital wellbeing yang tersedia pada berbagai platform. (2)

Tidak kalah penting, buku ini menyoroti hubungan antara penggunaan teknologi dan kesehatan mental remaja. Orang tua dan guru diajak untuk mengenali tanda-tanda perubahan perilaku, stres, kecemasan, maupun gangguan kesejahteraan psikologis yang mungkin berkaitan dengan aktivitas digital. (2)


Kesimpulan

Peluncuran Buku Saku Digital Wellbeing oleh Komdigi, Google, dan YouTube merupakan langkah positif dalam memperkuat literasi digital keluarga Indonesia. Di tengah meningkatnya keterhubungan anak dengan teknologi, pendekatan yang berfokus pada pendampingan, edukasi, dan pengembangan kebiasaan digital yang sehat menjadi semakin penting. (1)

Bagi dokter anak, buku ini dapat menjadi sumber edukasi yang bermanfaat saat memberikan konseling kepada orang tua maupun pasien anak dan remaja yang menggunakan gawai dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memanfaatkan panduan yang tersedia, tenaga kesehatan dapat membantu keluarga memahami cara membangun hubungan yang sehat dengan teknologi sehingga manfaat dunia digital dapat diperoleh secara optimal tanpa mengorbankan kesehatan fisik, perkembangan, maupun kesejahteraan mental anak. (2)


Referensi

  1. Google dan YouTube luncurkan Buku Saku Digital Wellbeing. Kompas.com. 2026 Jun 9. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2026/06/09/143000020/google-dan-youtube-luncurkan-buku-saku-digital-well-being
  2. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Buku Saku Digital Wellbeing pada Remaja. Jakarta: Komdigi; 2026. Available from: https://diskominfo.badungkab.go.id/storage/diskominfo/file/final-buku-saku-digital-wellbeing-pada-remaja-20260610124138-NOKjQ.pdf





Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan