Berita
Asymmetric Tonic Neck Reflex

Pendahuluan
Asymmetric Tonic Neck Reflex (ATNR) merupakan salah satu refleks primitif yang muncul pada masa awal kehidupan dan mencerminkan integritas sistem saraf pusat yang sedang berkembang. Primitive reflexes adalah respons motorik otomatis yang dimediasi oleh struktur batang otak dan pusat subkortikal sebelum maturasi kontrol kortikal yang lebih tinggi. Evaluasi refleks-refleks ini merupakan bagian penting dari pemeriksaan neurologis neonatal dan bayi karena dapat memberikan informasi mengenai maturasi neurologis serta kemungkinan adanya gangguan perkembangan saraf. (1)
Definisi dan Mekanisme ATNR
ATNR dikenal sebagai salah satu refleks postural yang paling mudah diamati pada bayi. Refleks ini muncul ketika kepala bayi diputar ke salah satu sisi. Respons yang dihasilkan berupa ekstensi ekstremitas atas dan bawah pada sisi wajah yang dituju, disertai fleksi ekstremitas pada sisi oksipital, sehingga menghasilkan postur yang sering disebut sebagai “fencer position” atau posisi pemain anggar. (1)
Secara fisiologis, stimulus utama ATNR adalah rotasi pasif kepala terhadap tubuh. Ketika kepala diputar ke kanan, misalnya, lengan dan tungkai kanan akan cenderung ekstensi, sedangkan lengan dan tungkai kiri mengalami fleksi. Respons ini merupakan hasil integrasi sensorimotor pada tingkat batang otak dan medula spinalis yang belum sepenuhnya dimodulasi oleh korteks serebri. (1)
ATNR memiliki peran penting selama masa awal perkembangan. Refleks ini diduga membantu bayi dalam mengembangkan koordinasi mata dan tangan, orientasi visual terhadap lingkungan, serta diferensiasi gerakan antara sisi kanan dan kiri tubuh. Selain itu, keberadaan ATNR pada awal kehidupan dianggap sebagai bagian dari proses persiapan menuju perkembangan kontrol motorik volunter yang lebih matang. Seiring maturasi sistem saraf pusat, kontrol kortikal akan semakin dominan sehingga refleks ini secara bertahap terintegrasi dan tidak lagi tampak secara klinis. (1)
Peran ATNR dalam Perkembangan Neuromotor
Secara normal, ATNR mulai dapat diamati sejak periode neonatal dan umumnya paling jelas terlihat pada usia 1–4 bulan. Refleks ini kemudian berangsur-angsur berkurang dan biasanya telah terintegrasi pada usia 3–9 bulan. Setelah usia tersebut, respons ATNR seharusnya tidak lagi dominan karena bayi telah mengembangkan kontrol postural dan motorik yang lebih kompleks. (1)
Waktu Muncul dan Integrasi Fisiologis ATNR
Penilaian ATNR memiliki nilai diagnostik yang penting dalam praktik klinis. Tidak ditemukannya ATNR pada neonatus atau bayi muda dapat mengindikasikan adanya gangguan neurologis, depresi sistem saraf pusat, cedera medula spinalis, atau kelainan neuromuskular tertentu. Meskipun interpretasinya harus mempertimbangkan kondisi klinis secara keseluruhan, absennya primitive reflexes pada periode ketika refleks tersebut seharusnya muncul memerlukan evaluasi neurologis lebih lanjut. (1)
Sebaliknya, persistensi ATNR setelah usia integrasi normal juga memiliki makna klinis yang signifikan. Refleks yang tetap kuat setelah usia 6–9 bulan dapat menunjukkan keterlambatan maturasi neurologis atau adanya lesi pada sistem saraf pusat. Persistensi ATNR sering dilaporkan pada anak dengan cerebral palsy, terutama tipe spastik, serta pada berbagai kondisi neurodevelopmental lainnya yang disertai gangguan kontrol motorik. Pada anak yang lebih besar, keberadaan ATNR yang menetap dapat mengganggu koordinasi bilateral, kemampuan menyeberangi garis tengah tubuh (midline crossing), keterampilan motorik halus, serta fungsi akademik tertentu yang memerlukan koordinasi visual-motor yang baik. (1)
Evaluasi ATNR dalam Pemeriksaan Neurologis Anak
Dalam praktik sehari-hari, pemeriksaan ATNR sebaiknya tidak dinilai secara terpisah, melainkan sebagai bagian dari evaluasi neurologis komprehensif yang mencakup primitive reflexes lainnya, tonus otot, perkembangan motorik, serta pencapaian milestone sesuai usia. Interpretasi yang tepat dapat membantu dokter anak mengidentifikasi gangguan neurologis secara dini dan menentukan kebutuhan rujukan untuk evaluasi lanjutan maupun intervensi rehabilitatif.
Kesimpulan
Sebagai kesimpulan, ATNR merupakan primitive reflex yang normal ditemukan pada bayi dan berperan dalam perkembangan sensorimotor awal. Refleks ini dipicu oleh rotasi kepala dan menghasilkan pola ekstensi pada sisi wajah serta fleksi pada sisi berlawanan. ATNR umumnya muncul sejak periode neonatal, paling jelas pada bulan-bulan awal kehidupan, dan terintegrasi pada usia 3–9 bulan. Ketidakhadiran refleks pada usia yang seharusnya maupun persistensinya setelah usia integrasi normal dapat menjadi petunjuk penting adanya gangguan neurologis yang memerlukan evaluasi lebih lanjut. Oleh karena itu, pemahaman mengenai ATNR tetap relevan bagi dokter anak sebagai bagian dari pemeriksaan neurologis perkembangan yang komprehensif.
Referensi
Arcilla CK, Vilella RC. Tonic Neck Reflex. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559210/

