Dot Grid

Berita

​Apakah HFMD Berbahaya?

​Apakah HFMD Berbahaya?

Latar Belakang

Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) adalah penyakit infeksi virus yang lazim ditemukan pada bayi dan anak-anak, meskipun orang dewasa juga dapat terinfeksi. Penyakit ini tergolong dalam kelompok viral exanthem yang disebabkan oleh virus dari famili Picornaviridae, khususnya genus Enterovirus. Agen etiologi yang paling umum adalah Coxsackievirus A16 (CVA16), namun serotipe lain seperti Coxsackievirus A6 (CVA6), Coxsackievirus A10, serta Enterovirus A71 (EV-A71) juga berperan sebagai penyebab yang signifikan secara klinis. (1) Di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, EV-A71 merupakan agen etiologi yang predominan dan secara epidemiologis dikaitkan dengan wabah berskala besar. (2)

Transmisi HFMD terjadi melalui kontak langsung antar individu dengan cairan tubuh penderita, mencakup sekret saluran napas atas, cairan vesikel, feses, maupun melalui kontak dengan permukaan benda yang terkontaminasi. (2) Virus dapat pula tersebar melalui droplet yang dihasilkan saat penderita batuk, bersin, atau berbicara, serta melalui penggunaan alat makan bersama atau kontak erat lainnya seperti berciuman. (2) Masa inkubasi berkisar antara 3 hingga 6 hari, dengan penderita paling infeksius pada minggu pertama sakit. Penularan banyak terjadi di lingkungan fasilitas penitipan anak dan sekolah, terutama pada anak usia di bawah 7 tahun. (1)

Secara klinis, HFMD umumnya diawali dengan demam derajat rendah, penurunan nafsu makan, dan malaise umum. (2) Keluhan yang paling dominan adalah nyeri pada rongga mulut akibat enantema berupa vesikel yang dikelilingi halo eritema, kemudian ruptur membentuk ulkus superfisial dengan dasar keabuan dan tepi kemerahan. Lesi kulit (eksantema) dapat bersifat makuler, papular, maupun vesikular, berukuran sekitar 2 hingga 6 mm, tidak gatal, dan umumnya tidak nyeri, terutama mengenai telapak tangan, telapak kaki, bokong, dan ekstremitas. (1) Lesi oral umumnya melibatkan mukosa bukal dan lidah, kadang pula mengenai palatum mole. Pada sebagian besar kasus tanpa komplikasi, penyakit berlangsung selama 7 hingga 10 hari dan sembuh sempurna tanpa sekuele.

Meskipun umumnya bersifat ringan dan sembuh sendiri, HFMD dapat menimbulkan komplikasi serius, khususnya pada infeksi yang disebabkan oleh EV-A71. Komplikasi neurologis merupakan manifestasi paling mengkhawatirkan dan mencakup ensefalitis, meningitis aseptik, sindrom mirip polio, mielitis transversa akut, sindrom Guillain-Barré, ataksia serebelar akut, serta hipertensi intrakranial benigna. (1) Selain itu, komplikasi kardiopulmonal seperti edema paru, pneumonia interstisial, serta miokarditis, meskipun jarang, juga pernah dilaporkan. (1) Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis menunjukkan bahwa infeksi EV-A71 berat pada anak dikaitkan dengan luaran jangka panjang yang signifikan, termasuk defisit kognitif, gangguan motorik, dan keterlambatan perkembangan neurodevelopmental, bahkan setelah fase akut penyakit berakhir. (3)

Identifikasi faktor risiko komplikasi berat merupakan hal yang krusial dalam tata laksana HFMD. Sebuah meta-analisis berskala besar mengidentifikasi bahwa letargi, pneumoedema/pneumoragia, kejang, dispnea, dan koma merupakan faktor risiko kematian yang bermakna pada HFMD. (1) Penggunaan kortikosteroid juga terbukti meningkatkan risiko HFMD berat sehingga harus dihindari. Pencegahan komplikasi utamanya bertumpu pada tata laksana suportif yang adekuat: manajemen nyeri dan demam dengan NSAID atau asetaminofen, serta memastikan hidrasi yang cukup mengingat ulkus mulut yang nyeri sering menyebabkan asupan cairan yang tidak adekuat pada anak. Rawat inap sangat direkomendasikan untuk bayi dan anak yang menunjukkan tanda-tanda penyakit berat atau letargi. (1)

Edukasi kepada orang tua memegang peranan sentral dalam pencegahan transmisi dan deteksi dini komplikasi. Cuci tangan dengan sabun terbukti efektif mencegah penyebaran HFMD dan harus ditekankan sebagai strategi utama pencegahan. (1) Orang tua perlu diedukasi untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda-tanda bahaya, yaitu penurunan kesadaran atau letargi yang tidak biasa, kejang, sesak napas, muntah persisten, demam tinggi yang tidak membaik dengan antipiretik, serta tanda-tanda dehidrasi seperti tidak ada produksi air mata, mulut kering, atau tidak berkemih selama lebih dari 6 jam. (1,3) Orang tua juga perlu diedukasi untuk menghindari kontak anak dengan individu imunosupresi, mengingat risiko komplikasi yang lebih besar pada kelompok tersebut.


Kesimpulan dan Penutup

HFMD merupakan penyakit infeksi enterovirus yang pada mayoritas kasus bersifat self-limiting dan memiliki prognosis baik, dengan resolusi dalam 7 hingga 14 hari tanpa sekuele residual. (1) Namun demikian, pertanyaan apakah HFMD berbahaya harus dijawab dengan tegas: ya, HFMD dapat mengancam jiwa, khususnya pada infeksi yang disebabkan oleh EV-A71. Tinjauan sistematis melaporkan case fatality rate terkait EV-A71 sebesar 1,7%, (1) sementara data meta-analisis menunjukkan bahwa anak yang selamat dari HFMD berat akibat EV-A71 pun masih berisiko mengalami gangguan neurodevelopmental jangka panjang yang signifikan. (3)

Oleh karena itu, dokter anak memiliki peran kritis dalam mengenali tanda-tanda peringatan dini komplikasi neurologis dan kardiopulmonal, melakukan stratifikasi risiko pasien secara cermat, serta menentukan indikasi rawat inap secara tepat. Pendekatan interprofesional yang terkoordinasi antara dokter anak, neurolog anak, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya, disertai edukasi yang komprehensif kepada keluarga pasien, merupakan pilar utama dalam mengoptimalkan luaran klinis dan mencegah mortalitas pada kasus HFMD yang berpotensi berat.


Daftar Pustaka

1. Guerra AM, Orille E, Waseem M. Hand, Foot, and Mouth Disease. [Updated 2023 Mar 4]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK431082/

2. Centers for Disease Control and Prevention. Signs and Symptoms of Hand, Foot, and Mouth Disease [Internet]. Atlanta (GA): CDC; 2024 [updated 2024 May 8; cited 2025]. Available from: https://www.cdc.gov/hand-foot-mouth/signs-symptoms/index.html

3. Jones E, Pillay TD, Liu F, Luo L, Bazo-Alvarez JC, Yuan C, et al. Outcomes following severe hand foot and mouth disease: A systematic review and meta-analysis. Eur J Paediatr Neurol. 2018;22(5):763-773.


Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan